Penjualan Motor di Indonesia Anjlok

Penjualan Motor di Indonesia Anjlok

- detikOto
Kamis, 11 Okt 2012 16:14 WIB
Penjualan Motor di Indonesia Anjlok
Jakarta -

Dampak kenaikan ambang batas uang muka kredit kendaraan, memukul penjualan motor di Indonesia. Hingga bulan September lalu, penjualan motor di Indonesia anjlok hingga 14 persen.

President Director AHM Yusuke Hori mengatakan kalau tahun 2012 adalah tahun yang berat bagi industri motor Indonesia setelah kenaikan ambang batas efektif diberlakukan pada 15 Juni silam.

"Sampai September pasar sudah turun 14 persen dari tahun lalu Motor bebek menengah bawah turun sampai 50 persen. Tapi skutik tidak menerima dampak yang signifikan dan hanya Honda yang mampu mempertahankan distribusi," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai akhir September distribusi motor Honda mencapai 3,1 juta dengan market share 57 persen, lebih tinggi 2 persen dari target awal kami di 55 persen," jelasnya lagi.

Akibat kenaikan dampak uang muka, pasar motor Indonesia pun diprediksi akan turun hingga 15 persen dibanding tahun 2011 lalu.

"Perkiraan pasar motor akan menyerap 6,7 juta sampai 7 juta unit, atau turun 15 persen dari tahun lalu. Kami percaya ini hanya sementara, karena aturan uang muka akan membimbing kembali pasar sepeda motor untuk berkembang untuk jangka waktu panjang," paparnya.

"Dan tahun ini kami kamungkinan bisa mendistribusikan antara 3,9 juta sampai 4 juta unit dengan penambahan di segmen skutik. Market share kemungkinan akan menyentuh angka 60 persen, meningkat dari 53 persen di tahun lalu," tuntasnya.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads