Dampak kenaikan ambang batas uang muka kredit kendaraan, memukul penjualan motor di Indonesia. Hingga bulan September lalu, penjualan motor di Indonesia anjlok hingga 14 persen.
President Director AHM Yusuke Hori mengatakan kalau tahun 2012 adalah tahun yang berat bagi industri motor Indonesia setelah kenaikan ambang batas efektif diberlakukan pada 15 Juni silam.
"Sampai September pasar sudah turun 14 persen dari tahun lalu Motor bebek menengah bawah turun sampai 50 persen. Tapi skutik tidak menerima dampak yang signifikan dan hanya Honda yang mampu mempertahankan distribusi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat kenaikan dampak uang muka, pasar motor Indonesia pun diprediksi akan turun hingga 15 persen dibanding tahun 2011 lalu.
"Perkiraan pasar motor akan menyerap 6,7 juta sampai 7 juta unit, atau turun 15 persen dari tahun lalu. Kami percaya ini hanya sementara, karena aturan uang muka akan membimbing kembali pasar sepeda motor untuk berkembang untuk jangka waktu panjang," paparnya.
"Dan tahun ini kami kamungkinan bisa mendistribusikan antara 3,9 juta sampai 4 juta unit dengan penambahan di segmen skutik. Market share kemungkinan akan menyentuh angka 60 persen, meningkat dari 53 persen di tahun lalu," tuntasnya.
(/)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?