Presiden Direktur Ducati Indonesia Agustus Sani Nugroho menjelaskan kalau kelemahan utama yang membuat pasar motor besar di Indonesia terus mengalami kesulitan adalah di faktor pajak.
"Thailand penjualan moge melonjak, karena pajak di sana rendah, kalau di sini, pajak kita tinggi sekali," ungkapnya di Yogyakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pakai perjanjian perdagangan bebas memang pajak masuk bisa minim, tapi kan di samping itu ada banyak pajak lain. Ada PPN, PPnBM, PKB, kalau di total-total malah bisa melebihi harga motornya. Di luar, Monster dijual sekitar US$ 13.000, itu kan sekitar Rp 120 jutaan, nah kita jual disini lebih dari Rp 200 juta karena banyak pajak," akunya.
Ducati sendiri di Indonesia ditargetkan akan mampu melepas 500 motor Ducati di Indonesia pada tahun ini. "Dan hingga kemarin, sudah sekitar 370an motor yang terjual," tandasnya.
Keluhan terkait pajak motor berkapasitas besar tercatat juga pernah diutarakan oleh Kawasaki. Direktur Marketing PT Kawasaki Motor Indonesia Mitsuhiko Okada menuturkan kalau pajak masuk untuk motor-motor berkapasitas mesin besar ke Indonesia sangatlah besar.
Padahal kalau pajak ini diturunkan, dirinya yakin Indonesia akan booming moge.
"Hitungannya, ZX-6 yang sekarang Rp 220 jutaan bisa kita jual Rp 120 juta kalau PPnBM tidak ada," lugas ketika peluncuran New Kawasaki Ninja 250.
Okada berharap jika pemain motor besar banyak di Indonesia, siapa tahu pajak ini bisa diturunkan.
Untuk itu, dia berharap pemain-pemain besar seperti Yamaha dan Honda jangan terus main di motor kecil, tapi juga sudah memilikirkan untuk bermain di motor berkapasitas mesin besar.
"Saya selalu ngomong, ayo Honda, ayo Yamaha, bawa motor besar. Kalau banyak yang main kan kita bisa tekan bersama-sama," tuntasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas