DP Naik, Orang Jadi Selektif Beli Motor Baru

DP Naik, Orang Jadi Selektif Beli Motor Baru

- detikOto
Selasa, 31 Jul 2012 10:38 WIB
DP Naik, Orang Jadi Selektif Beli Motor Baru
Jakarta - Kebijakan kenaikan ambang batas uang muka kredit kendaraan telah diberlakukan pada Juni lalu. Honda yakin, selain punya efek menurunkan angka penjualan motor, kebijakan itu punya efek positif yakni membuat masyarakat lebih selektif memilih kendaraan.

Produsen motor Honda pun memilih untuk berpikir positif. Karena kebijakan kenaikan ambang batas uang muka diperkirakan akan membuat masyarakat lebih rasional memilih kendaraan sesuai kebutuhan mereka.

β€œDengan DP tinggi, konsumen jadi lebih selektif dalam melakukan pembelian sepeda motor," kata Chief Executive Honda Sales Operation, Sigit Kumala.

"Apa yang menyebabkan pangsa pasar motor Honda naik? Hal itu dikarenakan masyarakat kita sudah lebih cerdas dalam memilih produk yang efisien, Honda memang terkenal sebagai motor paling hemat,β€œ tambahnya lagi.

Lebih lanjut Sigit menjelaskan kalau ada perkembangan di pemikiran masyarakat terkait pembelian motor yang ingin mereka lakukan.

Bila disaat DP rendah unsur konsumtif yang tinggi lebih mendominasi, sekarang dengan DP yang tinggi masyarakat memiliki banyak pertimbangan sebelum mereka membeli sepeda motor yang tepat.

Jika benar-benar diperlukan, baru mereka membeli, itu pun dengan berbagai pertimbangan tambahan seperti efisiensi bahan bakar dan durabilitas kendaraan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sigit juga mengakui kalau dengan berlakunya pembatasan DP, total penjualan sepeda motor nasional memang menurun. Karena berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) sepanjang Juni 2012 total penjualan sepeda motor nasional sebanyak 541.918 unit.

Padahal pada Mei 2012 atau sebelum pemberlakuan kebijakan DP tinggi, penjualan sebesar 611.251 unit dan pada April sebesar 617.508 unit.

Namun, Sigit mengklaim kalau dari total penjualan itu, pangsa pasar Honda malah meningkat sejak pemberlakukan kebijakan DP tinggi.

Hingga akhir Juni lalu Honda masih menduduki posisi teratas penjualan sepeda motor nasional dengan pangsa pasar 61% atau penjualan 332.089 unit. Posisi kedua ditempati Yamaha dengan 30% (166.761 unit), lalu Suzuki di tempat ketiga dengan 5,7% atau 31.249 unit.

Keyakinan tersebut menurut Sigit dikarenakan adanya peningkatan pangsa pasar. Padahal dibulan-bulan sebelumnya, atau sebelum pemberlakuan DP tinggi, pangsa pasar Honda tidak pernah menembus angka di atas 60%.

Kenaikan penjualan Honda menurut Sigit diperkirakan juga akan terus terjadi di bulan Juni dan Agustus ini dengan dimulainya tahun ajaran baru bagi anak sekolah dan perkuliahan.

Besarnya kocek yang dikeluarkan orang tua untuk anaknya di tahun ajaran baru, memaksa mereka untuk membeli kendaraan yang hemat. Sehingga pengeluaran untuk ongkos dapat lebih efektif.

Dan Sigit tidak menampik bahwa hal itulah yang diprediksi mendorong terjadinya peningkatan pangsa pasar Honda di semua segmen.


(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads