Pada bulan Juni, Honda masih memimpin penjualan Indonesia dengan angka 332.272 motor. Honda tetap memimpin meski penjualan mereka di Juni lalu mengalami penurunan dari 362.127 motor di Mei.
Dan di bulan Juli ini, dominasi Honda menurut Deputi GM Sales Division AHM Thomas Wijaya akan tetap memimpin dengan angka penjualan yang diperkirakan akan naik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Juni, pasar motor Indonesia sendiri hanya mampu menyerap 550.468 motor saja atau turun 11,15 persen dibanding bulan Mei yang tercatat mampu menyerap 619.540 motor dan menjadi titik terendah penjualan motor bulanan di Indonesia tahun ini.
"Dibanding Juni, pasar kemungkinan juga akan naik," imbuhnya.
Thomas lalu mengatakan kalau penurunan penjualan motor yang terjadi di Juni itu adalah imbas negatif dari kebijakan kenaikan ambang batas uang muka kredit kendaraan bermotor.
Seperti diketahui kenaikan ambang batas DP telah diberlakukan Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan pada 15 Juni lalu. Untuk lembaga pembiayaan (leasing) batas minimal DP kredit motor sebesar 20 persen, lebih rendah 5 persen dari batas DP minimal yang disalurkan perbankan Indonesia di angka 25 persen.
"Pasar shock. Sekarang DP tidak bisa kecil. Kalau pun pakai syariah, minimal uang mukanya 12,5-15 persen. Tetap disekitar Rp 1,5 jutaan," lugas Thomas.
Dalam kondisi pasar yang melemah ini, AHM tercatat sebagai salah satu produsen yang mampu mempertahankan pertumbuhan penjualan yaitu dari hanya 2.099.349 unit menjadi 2.101.881 unit.
Dengan begitu, total penjualan motor di Indonesia selama semester satu 2012 lalu berhasil mencapai angka 3.742.984 motor.
(syu/ddn)
