Sebelumnya, industri motor nasional diprediksi akan mengalami penurunan akibat adanya kenaikan ambang batas uang muka kredit kendaraan di 15 Juni lalu yang membuat uang muka kredit motor minimal 25 persen ketika kredit di perbankan sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia (BI) dan 20 persen untuk uang muka kredit motor di perusahaan multifinance atau leasing sesuai aturan Kementerian Keuangan.
Namun, tidak banyak yang menduga kalau dampak penurunan penjualan ini akan berlangsung kilat meski penurunan penjualan di Juni belum diketahui penyebabnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan begitu, total penjualan motor di Indonesia selama semester satu 2012 lalu berhasil mencapai angka 3.742.984 motor.
Pada bulan Juni, Honda masih memimpin penjualan Indonesia dengan angka 332.272 motor. Honda tetap memimpin meski penjualan mereka di Juni lalu mengalami penurunan dari 362.127 motor di Mei.
Sementara itu, Yamaha juga mengalami penurunan dari 201.589 motor di Mei menjadi hanya 167.661 motor di Juni. Begitu pula dengan Suzuki yang mengalami penurunan dari 40.859 motor menjadi 36.532 motor saja di Juni.
Pun begitu dengan Kawasaki yang meraih penjualan 12.138 motor atau turun dari 13.093 motor. TVS juga mengalaminya dari 1.872 motor menjadi 1.865 motor.
No Merek Penjualan Juni
1 Honda 332.272
2 Yamaha 167.661
3 Suzuki 36.532
4 Kawasaki 12.138
5 TVS 1.865
6 Kanzen -
Total Juni: 550.468
Total 2012: 3.742.984
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina