Penjualan Motor Andalkan Kredit Syariah

Penjualan Motor Andalkan Kredit Syariah

Muhammad Ikhsan - detikOto
Senin, 02 Jul 2012 08:57 WIB
Jakarta - Pelaku industri otomotif roda dua tengah terpukul akibat kenaikan uang muka kredit 20-25 persen. Bahkan penjualan motor diprediksi bakal anjlok ke angka 6,3 juta unit atau turun sekitar 30 persen.

Namun kekhawatiran tersebut seperti agak terobati ketika diberlakukannya kredit motor syariah yang membiayai kredit motor berbeda dengan leasing kredit konvensional. Jika dihitung, kredit syariah menawarkan DP lebih rendah dari 20 persen.

Penjualan motor pun agak terbantu dan tidak mengalami penurunan hingga 2 juta unit di tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gunadi Sindhuwinata kepada detikOto.

"Dengan adanya syariah penjualan motor akan terbantu. Paling tidak akan meningkat sedikit," kata Gunadi.

Namun ketika ditanya berapa peningkatan yang bakal terjadi, Gunadi belum bisa memprediksi. Soalnya peraturan kenaikan uang muka baru berjalan sekitar 2 minggu.

"Terlau dini untuk mengatakan sesuatu. Baru juga 2 minggu," elaknya.

Menurutnya naik atai tidaknya penjualan motor akibat kredit syariah akan terlihat beberapa bulan mendatang. "Baru akan terlihat 2-3 bulan yang akan datang. Di Industri motor 30 persen saja yang cash. 70 persen kredit dan setengah dari 70 persen itu DP kreditnya di bawah 10 perse dulunya," pungkas Gunadi.

Ketika diberlakukan kenaikan uang muka kendaraan roda dua, tentu akan sangat berpengaruh. Tidak hanya pada konsumen tapi juga dari segi produksi hingga karyawan.

"Itu sangat berpengaruh pada konsumen, produksi dan karyawan," tutupnya.

(ikh/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads