Hal ini disikapi seragam oleh Otolovers. Mereka menilai, bukan motor yang harus dibuat lambat tetapi pengendara yang dibikin 'lambat' dan menaati peraturan lalu lintas.
"bah bikin motor jalan lambat??? mo ampe kapan nyampenya??? manusianya tuh dibikin \"lambat\" bawa motornya...ndak usah sok2 kebut2an uda kayak jagoan....dan POLISI juga perhatiiin, jangan cuma seenak jidatnya maen tilang !!!" tulis Cin lie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"speed limit di jalan harus di berlakukan, road craft practical test waktu ambil sim juga harus benar-benar dii jalankan. di Australia , pengendara motor rata2 diatas 500cc, tapi rata-rata nggak ada yang gila-gilaan nyetirnya kayak di indo, dimana mana ada speed limit, dan safety riding style benar2 di jalankan. Dan yang namanya mau punya sim susah setengah mati,, :(," tulis rafael.
Sebelumnya tingkat kecelakaan di Indonesia membuat banyak pihak gerah. Bukan apa-apa, tiap tahun ada sekitar 30 ribu orang tewas di jalanan Indonesia dengan persentase terbanyak ada di roda dua.
Angka tersebut tentu mengkhawatirkan. Apalagi korban kecelakaan kebanyakan adalah masyarakat yang sedang dalam usia produktif.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Suroyo Alimoeso dalam seminar Intellegent Transport System mengatakan bahwa tingginya angka kecelakaan terutama kecelakaan yang melibatkan sepeda motor adalah suatu hal yang sangat menakutkan.
Apalagi angka kecelakaan yang melibatkan sepeda motor pun menurutnya makin tahun makin meningkat saja.
"Angka kecelakaan kita cukup tinggi 30.000-40.000 dalam 1 tahun. Kita punya target untuk menurunkannya sebanyak 26 persen sampai 2020. Ini bukan pekerjaan mudah dan tidak bisa jalan sendiri-sendiri," ujarnya.
"Apalagi yang kecelakaan itu kebanyakan bukan orang tua, tapi orang yang masih dalam usia produktif. 80 persen dari kecelakaan terjadi karena human error. 80 persen kecelakaan melibatkan motor," keluhnya.
Melihat hal itu, Suroyo pun berkelakar apakah kita harus seperti Jepang saja yang memasarkan motor listrik yang hanya bisa berjalan pelan.
"Di Jepang kebanyakan pakai motor listrik. Apa mungkin kita harus jual sepeda motor yang jalannya 10 km/jam saja. Apalagi iklan motor di sini gambarnya wes, wes, wes (orang mengebut)," katanya.
Untuk itu, dia pun menekankan agar disiplin berlalu lintas harus menjadi budaya dan ditegakkan dengan tegas sambil pemerintah daerah membangun sistem transportasi yang lebih memadai.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?