"Saya melihat uang muka atau DP(Down Payment) harusnya tidak dinaikkan. Soalnya kredit macet kendaraan roda dua itu sangat kecil sekali di bawah 1,27 persen," ujar Ketua AISI Gunadi Sinduwinata kepada detikOto.
Perusahaan pembiayaan lanjutnya, saat ini sudah memiliki management dan pengalaman yang baik, jadi kredit motor tidak akan menyebabkan bubble di ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gunadi menjelaskan, zaman dahulu memang pernah terjadi kredit macet, namun itu terjadi karena masalah teknis, konsumen tidak bisa menyetor cicilan, bukan tidak mampu membayar cicilan kredit.
"Kalau DP 40 persen itu waktu dulu pertama kali ada sistem DP. Dulu kredit bisa macet, karena konsumen harus ditagih dan ini sangat sulit untuk daerah yang berada di pedalaman. Sekarang para konsumen sudah bisa manfaat ATM, pos, selain itu jaringan internet itu sudah bagus, sehingga institusi pusat bisa mengkontrol langsung. Ini yang menyebabkan industri ini menjadi sehat," ujarnya.
Gunadi khawatir penerapan DP yang cuup tinggi akan mempengaruhi penjualan motor, dampaknya industri motor di tanah air akan terkena dampaknya.
"Dampaknya penurunan dari volume penjualan, kita harus melihat jangan dari DP saja, kenaikan BBM juga bisa meningkatkan inflasi. Dan kenaikan DP ini pasti akan ada dampaknya meski sedikit. Mereka membeli karena uang mereka cukup, Dan konsumen yang tertunda untuk memiliki kendaraan itu tidak satu orang dan ini akan terus bergulir," ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih