"Lihat semua berbiacara tentang injeksi, tapi kita belum. Kita punya motor injeksi di India, tapi untuk di Indonesia tidak saat ini," kata Presiden Direktur PT TVS Motor Company Indonesia (TMCI) BLP. Simha disela-sela peluncuran Neo TVS XR 110cc di hotel Aryaduta, Selasa (7/2/2012).
Apakah bakal memasarkan motor injeksi ke RI dalam 2-3 tahun ke depan. "Saya harap," ujar pria asal India ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tren penggunaan injeksi yang sedang dikampanyekan Honda dan Yamaha ini sekaligus mendukung niat pemerintah Indonesia yang ingin menerapkan standar emisi Euro3 di Indonesia beberapa tahun ke depan.
Namun, secara teknis, Simha menjawab kalau sebenarnya banyak cara untuk mencapai tingkat emisi Euro3 itu tanpa perlu menggunakan sistem injeksi. Sebab injeksi menurutnya lebih kepada upaya untuk menghemat bahan bakar.
"Kalau untuk Euro3 tidak perlu injeksi juga bisa," tegasnya.
Dalam waktu bersamaan Chief Operating Officer PT TVS Motor Company Indonesia (TMCI), Darmady Tjuatja menjelaskan kalau pihaknya belum tertantang memasukan motor injeksi dari India.
Alasannya, bila dilihat secara jujur, populasi injeksi di Indonesia masih belumlah banyak. "Belum. Suzuki mana, Yamaha mana? Cuma sedikit kok. 2-3 tahun ke depan? Ya mungkin lah," tandasnya.
(syu/syu)












































Komentar Terbanyak
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi