"Varian ini mengisi kekosongan dari segmen klasik Yamaha. Dan bila ada yang mengatakan kami mengikuti produsen lain, itu tidak benar. Karena lahirnya Mio Fino ini merupakan hasil strategi marketing kita. Dan produsen lainnya juga memiliki strategi," kilah GM Marketing Communication and Community Head PT Yamaha Motor Kencana Indonesia Eko Prabowo di Bandung.
Saat ditanyakan apakah dengan lahirnya Mio Fino bisa mengalahkan produsen Jepang lainnya, yang lebih dulu mengusung varian retro terlebih dahulu, lelaki murah senyum ini menjawab dengan santai. "Lihat saja nanti biar masyarakat yang menilai," tutupnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angin pun mulai berubah. Dan Yamaha pun tidak mau menyebut Fino sebagai motor retro melainkan motor klasik. Yamaha menargetkan penjualan Mio Fino sebanyak 20 ribu unit per bulan. Ada 3 varian Mio Fino. Mio Fino Sporty dan Mio Fino Fashion dibanderol seharga Rp 13,5 juta. Sedangkan Mio Fino Classic dipasarkan seharga Rp 13,65 juta.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Dadan soal Motor MBG: Dulu Klaim di Bawah Harga, Ternyata Di-markup
Ini Gudang Motor Listrik MBG yang Dipesan Dadan Hindayana
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni