"SBY pernah tanya kepada saya mengapa produksi motor terus bertambah. Saya coba jelaskan jika saat ini sepeda motor sudah menjadi kebutuhan pokok dan lifestyle," kata Menperin MS Hidayat dalam wawancara khusus detikOto akhir pekan lalu.
Ia menambahkan motor saat ini sangat mudah didapatkan, dengan uang Rp 500 ribu masyarakat sudah bisa memnboyong motor ke garasi rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"The low income group sekarang itu lifestyle-nya punya motor dan HP China," lanjutnya.
Sementara sebagai Menteri Perindustrian, pria yang akrab disapa Pak Hi itu tidak bisa menghentikan kegiatan produksi motor di tanah air. Ia hanya bisa membantu mempercepat infrastruktur jalan untuk menekan angka kemacetan di Indonesia khususnya Jakarta.
"Saya engak bisa menghentikan produksi karena sebagai menteri perindustrian saya harus meningkatkan produksi. Yang saya bisa lakukan adalah membantu mempercepat infrastruktur jalan. Traffic itu juga di-manage dengan baik, ada inforcement di jalan supaya enggak macet dan yang terakhir ini ada tugas dan kewajiban saya, saya membantu produsen untuk ekspor ke luar negeri. Dan SBY setuju," ucapnya.
Selain meningkatkan ekpor, pemerintah pun disarankan untuk mempercepat infrastrutur jalan di Jakarta. Soalnya jika tidak dibenahi maka masyarakat dengan penghasilan Rp 1 juta akan bergantung pada sepeda motor.
Ia pun tidak bisa menekan produsen motor untuk mengurangi produksi motor. Karena mereka punya target khusus di pasar roda dua tanah air.
"Tanpa kita sadar pembantu kita semuanya pakai motor, orang-orang dengan gaji Rp 1 jta bisa beli motor dengan mencicil dan itu kebutuhan mereka. Makanya transportasi umum memang harus segera kita sempurnakan kalau enggak ketergantungan pada sepeda motor semakin besar. Karena pengusaha tidak akan memproduksi motor tanpa dia mempunyai study mengenai market," tutupnya.
Produksi motor dalam beberapa tahun ini relatif mengalami peningkatan. Tidak adanya transportasi massal yang memadai dan kemacetan membuat motor diminati.
Tahun 2008 penjualan motor mencapai 6,215 juta, tahun 2009 menyentuh 5,8 juta unit, tahun 2010 sebanyak 7,3 juta unit dan 2011 mencatat rekor tertinggi yakni 8.043.535 unit.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik