Ketiganya mau tak mau harus menumpang sepeda motor saat berada di dusun yang sempat 'tenar' karena kasus patok perbatasan tersebut.
"Malah asyik. Biasa naik motor kok. Nggak takut jadinya. Kalau nggak ada yang bawa, malah bawa sendiri bisa," ujar Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri, usai acara peresmian pembangunan desa tertinggal di Dusun Camar Bulan, Kalimantan Barat, Sabtu (7/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai mendarat di landasan Pos Pantas Temajuk milik TNI, Salim dan Djoko langsung menaiki sepeda motor warga yang sudah disiapkan. Keduanya pun lalu dibawa ke tempat acara peresmian yang jaraknya kurang lebih 2 KM.
Di belakang keduanya, menyusul Gubernur Kalimantan Barat Cornelius, Bupati Sambas Juliarti, dan Kapolda Polda Kalbar Brigjen Pol Unggung Cahyono dan sejumlah petinggi TNI di Kalbar ikut bersepeda motor.
Sementara Agung Laksono dan istri, mendarat di landasan yang tidak jauh dari acara peresmian. Sehingga keduanya bisa langsung berjalan kaki.
Setelah acara peresmian, ketiga menteri mengunjungi rumah contoh yang diberikan pemerintah kepada warga Camar Bulan yang rumahnya sudah rusak. Dari lokasi peresmian ke rumah contoh ini, ketiganya pun menumpang sepeda motor. Begitu juga dengan pejabat Kalbar lainnya.
Dari rumah contoh ini, tiga menteri lalu kembali ke Pos Pantau Temajuk yang merupakan tempat pendaratan semula. Perjalanan pun masih sama yakni dengan menumpangi sepeda motor. Jarak perjalanan memang tidak jauh. Namun para menteri ini harus melewati jembatan-jembatan kecil yang terbuat dari kayu.
"Teringat masa lalu saat naik motor," ujar Agung saat ditanya bagaimana kesannya menumpang sepeda motor di Dusun Camar Bulan.
Sama seperti Agung, Djoko Kirmanto mengaku sudah biasa menaiki sepeda motor. Apalagi jika ia berkunjung ke daerah-daerah di Indonesia.
"Sudah biasa naik motor kalau ke daerah. Malah tadi dari airport dijemput pakai mobil RI 29. Baru sekali ini saya dijemput pakai mobil RI 29," ceritanya sambil tertawa.
Saat berjalan menuju rumah contoh, Menteri PU Djoko Kirmanto sempat tertinggal dari rombongan Mensos dan Menko Kesra. Djoko pun kebingungan saat menumpangi sepeda motor warga. Djoko yang sudah naik di atas motor, turun lagi.
"Lho ini saya mau dibawa ke mana? Jangan sampai nyasar lho. Mana Mensos? Mana Menko?" tanya Djoko kepada beberapa orang di sekitar lokasi dengan panik.
Seorang petugas kepolisian lantas menunjukkan arah ke mana Mensos dan Menko Kesra pergi. Dengan wajah kebingungan, Djoko pun kembali menaiki motor tersebut. Wah sayang tidak pakai helm Pak?
(gus/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?