Suplai Suku Cadang Bajaj ke Aceh Masih Tersendat

Suplai Suku Cadang Bajaj ke Aceh Masih Tersendat

- detikOto
Senin, 04 Jul 2011 16:23 WIB
Suplai Suku Cadang Bajaj ke Aceh Masih Tersendat
Banda Aceh - Pengguna motor Bajaj Pulsar di Banda Aceh mengeluhkan minimnya diler Bajaj di Kota Serambi Mekkah, tersebut. Akibatnya suplai sejumlah suku cadang untuk motor Bajaj pun tersendat.

Para penunggang motor asal India itu pun menginginkan Bajaj agar segera mendirikan sejumlah diler di Aceh demi kebutuhan spare part motor yang memadai.

"Diler motor Bajaj di Aceh hanya satu di kota, itu sangat kurang sekali sementara satu diler itu untuk mencakup seluruh daerah di Aceh termasuk Sabang. Karena itu pengiriman barang kurang intens," kata Ketua Pelaksana Ulang Tahun Power ke-7, Ibnu Fajar kepada detikOto, di Sabang (4/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut pria yang tergabung di Power dan berdomisili di Aceh itu hanya beberapa suku cadang yang ketersediaannya mencukupi seperti kampas rem dan spare part fast moving lainnya seperti busi.

Sementara untuk spare part jenis lainnya sangat tidak mencukupi ketersediaanya.

Dan untuk mengantipasi itu para pengguna motor Bajaj pun sering masuk ke milis dan forum motor Bajaj. Dengan itu, seperti yang diakuinya spare part yang langka di beberapa daerah di Aceh bisa terselesaikan.

"Kita tidak takut karena teratasi dengan forum, karena di Aceh kita bisa saling kontak. Fast moving banyak, namun untuk beberapa spare part lain sulit. Karena mungkin masalah terjadi di Aceh yang dilernya hanya satu untuk mengkover seluruh Aceh. Selain itu karena jarak, artinya butuh waktu untuk sampai ke Aceh," ucap Ibnu.

Di samping itu Wakil Ketua Power, Fikri mengatakan biasanya permasalahan sering terjadi di diler Bajaj di Aceh karena pendistribusian. Ia mengakui ketersediaan spare part banyak. Saat ini lebih kepada distribusi barang dari pusat.

"Terkdang saya cek ke BAI ada, tapi dilernya tidak ada. Ini lebih ke distribusi, dan bukan stok. Kita solusinya dengan menghubungi komunitas Bajaj. Makanya dengan komunitas dikiirm lewat tiki, malah lebih cepat seperti itu," pungkas Fikri.

Ia pun menuturkan 1 diler untuk beberapa daerah di Aceh sangat kurang, sementara di Kota Medan diler Bajaj berdiri sebanyak 3 diler. Dan itu sangat berbeda bila dibandingkan diler Bajaj di Aceh.

"Sejauh ini 1 diler Bajaj di Aceh tidak cukup. Kita minta didirikan diler Bajaj yang banyak di Banda Aceh untuk mencakup seluruh Aceh. Di Medan ada 3 diler Bajaj," tutupnya.

(ddn/ddn)

Berita Terkait