Nasib Insentif Motor Listrik Usai Purbaya Dicopot

Nasib Insentif Motor Listrik Usai Purbaya Dicopot

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Jumat, 25 Sep 2026 08:48 WIB
Pekerja memeriksa sepeda motor listrik Alva N3 usai penandatanganan naskah kerja sama penyediaan infrastruktur logistik berbasis sepeda motor listrik antara perusahaan otomotif Alva, Dash, dan Kalista di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa
Insentif motor listrik. Foto: ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan
Jakarta -

Ketika jabatan Menteri Keuangan masih dipegang Purbaya Yudhi Sadewa, insentif motor listrik diproyeksikan terbit September 2026. Bahkan, rencana tersebut beberapa kali mengalami pengunduran. Namun, hingga hari ini, kebijakan itu belum benar-benar disahkan.

Kini, posisi Purbaya di Kemenkeu telah digantikan Suahasil Nazara. Lantas, setelah pergantian tersebut, bagaimana nasib insentif motor listrik di Indonesia? Masihkah berjalan sesuai rencana?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan sinyal, insentif motor listrik masih terus dibahas di level kementerian. Dia memastikan, kebijakan tersebut hanya tinggal menunggu keputusan Menkeu baru melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang insentif motor listrik.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang KartasasmitaMenteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita Foto: dok. Kementerian Perindustrian

Agus menegaskan, petunjuk teknis (juknis) pemberian insentif motor listrik sudah disiapkan. Jika keputusan Menkeu keluar, kata dia, maka kebijakan tersebut sudah bisa berjalan.

ADVERTISEMENT

"Kita menteri teknisnya sudah siap. Kalau Menteri Keuangannya menetapkan memberikan insentif, secara teknis regulasinya kita bisa," ujar Agus saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, dikutip dari detikFinance, Jumat (25/9).

Sebelumnya, ketika masih menjabat sebagai Menkeu, Purbaya mengatakan, insentif motor listrik yang bakal bergulir turun dari Rp 7 juta menjadi Rp 3 juta/unit. Nominal tersebut, rencananya, akan disalurkan untuk 1 juta motor listrik buatan lokal dengan total anggaran Rp 3 triliun.

"Itu programnya sama. Jadi 1 juta itu pasti nggak habis tahun ini kan kalau kita lihat. Kalau nggak salah masing-masing Rp 3 juta. (Anggarannya) Rp 3 triliun," kata Purbaya, Agustus lalu.

Meski begitu, Purbaya menegaskan, pemberian insentif untuk 1 juta motor listrik tak akan terserap sepenuhnya tahun ini. Hal itu terjadi karena kapasitas produksinya belum mencapai angkat tersebut. Purbaya mengatakan, penyerapan insentif hanya akan berada di kisaran 100 ribu unit hingga akhir tahun.

"Itu masih kita lihat apakah daya serapnya cukup tahun ini untuk menyerap semua uang itu. Kayaknya sih nggak. Kan kapasitas produksi motor nasional belum sampai 1 juta kan. Ada yang cuma 20 ribu. Saya pikir paling 100 ribu sampai akhir tahun. Jadi nanti saya pikirkan apa bisa ditambah," kata dia.



(sfn/dry)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads