Populasi Motor Listrik di Indonesia Tembus 280 Ribu Unit

Populasi Motor Listrik di Indonesia Tembus 280 Ribu Unit

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Kamis, 24 Sep 2026 10:40 WIB
Populasi motor listrik di Indonesia. Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto
Populasi motor listrik di Indonesia. Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto
Jakarta -

Populasi motor listrik di Indonesia terus bertambah. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, jumlah tunggangan itu sudah mencapai 280.000 unit hingga Agustus 2026.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin, Setia Diarta mengatakan, pertumbuhan tersebut tak lepas dari kepastian regulasi yang disiapkan pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kepastian regulasi sukses menstimulus lonjakan populasi kendaraan hijau di mana angka penggunaan sepeda motor listrik tercatat telah menembus 280.000 unit hingga Agustus 2026," kata Setia di Kabupaten Bekasi, dikutip dari Antaranews, Kamis (24/9).

ADVERTISEMENT
Proses produksi motor listrik Charged Indonesia di Cikupa, Tangerang, Banten.Populasi motor listrik di Indonesia. Foto: Dok. Charged Indonesia

Menurut Setia, pemerintah telah menyiapkan regulasi dari hulu hingga hilir, mulai dari peta jalan manufaktur, insentif finansial, hingga ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Regulasi tersebut mencakup kendaraan roda dua maupun roda empat dalam skema Low Carbon Emission Vehicles (LCEV).

"Dari sisi regulasi, semua sudah komplit. Saat ini kami mengacu Perpres maupun PP dan implementasinya berjalan sangat baik sekali di lapangan. Ini menjadi pedoman kokoh bagi para pelaku industri dan investor," ujarnya.

Kemenperin melihat tren penggunaan kendaraan listrik masih akan terus tumbuh. Salah satu pendorongnya adalah perubahan pola pikir masyarakat serta tingginya ketidakpastian harga bahan bakar minyak (BBM) di pasar global.

Pertumbuhan motor listrik juga terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Jika ditarik sejak 2020 hingga kuartal III 2026, jumlah pengguna motor listrik terus meningkat, dengan lonjakan paling signifikan terjadi pada 2023-2024 setelah pemerintah memberikan program insentif.

"Jika dibandingkan capaian tahun lalu, posisi pertumbuhan kita tahun ini sudah cukup naik signifikan dan angka ini dipastikan akan terus bertambah mengingat tahun 2026 masih berjalan," kata Setia.

Sementara itu, untuk kendaraan roda empat listrik, Kemenperin mencatat penetrasi pasar secara akumulatif telah mencapai 16,8% hingga Agustus 2026.

Berbeda dengan mobil listrik yang penetrasinya cukup tinggi, motor listrik masih berada dalam tahap mencari bentuk terbaik di pasar domestik. Pemerintah berharap Program Motor Listrik Nasional (Molinas) mampu mempercepat proses tersebut.



(sfn/rgr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads