Satria ala Personel Kostrad

Satria ala Personel Kostrad

- detikOto
Senin, 07 Mar 2011 16:12 WIB
Satria ala Personel Kostrad
Jakarta - Kegemaran modifikasi motor bukan hanya monopoli suatu kelompok dan siapa saja boleh malakukannya tidak terkecuali personil Tentara Nasional Indonesia (TNI) sekalipun. Hal itulah yang ingin dibuktikan oleh anggota Kostrad 321 ini.

Motor Suzuki Satria F150 ini pun jadi ajang pembuktian Ridwan Sembiring. Kini modifikasi bagai menjadi medan perang baru bagi Ridwan yang ternyata masih bujangan.

"Ini merupakan motor Satria kedua saya yang saya modifikasi. Pada waktu modifikasi yang pertama saya menciptakan konsep Drag. Tetapi saya sekarang, saya memilih konsep sporty dan elegan," ungkap Intel 321 Kostrad berusia 24 tahun yang bertugas di wilayah Bandung ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, karena konsep sudah ditentukan, Ridwan pun menyusun strategi agar hasil memuaskan. Karena itu, untuk memenangkan hasrat modifikasi ini, Ridwan pun bersekutu dengan punggawa rumah modifikasi Touco Custom, Topo Goedel Atmodjo.

Dan hasilnya, terlihat memuaskan. Kolaborasi dua orang yang beda keahlian ini mampu menciptakan sebuah motor modifikasi yang sederhana namun memiliki aura yang cukup kencang.




Memang bila kita melihat Satria F150 ini dari sisi depan, tampang motor Jepang ini tidak terlihat memiliki perubahan yang signifikan. Alasannya, Topo tidak ingin menghilangkan bentuk asli kendaraan ini.

Namun coba tengok sisi belakang motor belalang ini. Di area tersebut perubahan sangat jelas terlihat. Sebab Topo mengubah penampilan bodi belakang dengan bentuk yang lebih furturistik. Dengan lekukan-lekukan yang lebih menonjol membuat Satria F150 tahun 2010 ini terlihat lebih gagah.

Lekukan tubuh motor ini terlihat sangat tegas, dengan garis laksana robot yang menjalar dari bagian tengah hingga ke buritan. Tidak lupa, bagian jok pun ikut kena penyesuaian.

Desain baru jok motor ini terlihat bagai sebuah jok motor sport. Topo membuatnya bertingkat yang bila sedang berjalan sendiri bisa ditutup dan menjadi sebuah motor single seater.

"Untuk membuat lekukan yang lebih menonjol, saya menggunakan plat galvanis 0,8 mm," ungkap builder nyentrik ini.

Tubuh berotot motor ini pun kini kian berotot. Namun itu ternyata tidak menimbulkan rasa puas bagi Ridwan. Sebab meski tubuh berotot, kaki-kaki motor baru produksi tahun 2010 ini dianggap masih kurang oke.

"Sementara bagian kaki-kaki Satria ini, saya menggunakan pelek milik
Yamaha V-ixion dengan ukuran ban depan 110/70/17. Sedangkan ban belakang saya menggunakan ukuran 130/70/17, agar lebih kokoh," ujar Topo.
(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads