Akibat film bertema perburuan penjahat oleh agen federal FBI, Nurtaqim malah mengaku mendapat ide untuk merombak kendaraan Opel Blazer miliknya. Mobil pabrikan General Motors yang dikeluarkan pada tahun 1996 itu ia rombak terutama pada sasis.
Bila dibandingkan dengan mobil-mobil yang tergabung di Blazer Indonesia Club, mobil Nurtaqim paling panjang. Mobilnya kini bertambah panjang sekitar 1,2 meter. Untuk konsep, Nurtaqim mengisyaratkan Cadillac Limosin pada mobil SUV-nya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah dirombak, casis mobil tersebut kini memiliki panjang 5,4 meter dimana bila standarnya mobil tersebut hanya memiliki panjang 4,2 meter.
"Nambah 1,1 meter. Kalau tambah pengembangan bodi jadinya 1,2 meter," tegas Nurtaqim.
Agar kuat menampung penumpang, ayah 3 anak itu menyematkan sasis asli bawaan Opel Blazer. "Bahan sasis ngak macem-macem. Saya nyari casis asli bawaan Opel," jelasnya. Uniknya tidak ada penambahan daging pada sambungan.
Bagaimana dengan kekuatannya pak? "Wah aman sekali mas. Sering saya pakai, setiap hari malah," yakinnya yang telah mempercayainya pada bengkel modifikasi Surabaya Motor di jalan Raya Bekasi Km. 23,5, Cakung, Jakarta Timur.
Setelah urusan sasis selesai, dirinya pun menambahkan paket sound sistem merek JL Audio dengan 4 speaker dan 2 twiter dengan alasaan kurang lengkap kalau tidak dilengkapi sound sistem. "Dan ada televesi flat di tengah dan di bagian tengah atas ada sunroof otomatis," imbuhnya sembari menjelaskan kondisi kabin mobilnya.
Dan untuk bagian luar ternyata Nurtaqim tidak terlalu nyeleneh. Garapannya hanya melucuti pelek bawaan pabrik dan menggantikannya dengan pelek aftermarket bering 18 yang dibalut dengan si kulit bundar merek Federal. Untuk stoplamp dan headlamp, penghobi modifikasi ini tetap mempertahankannya. Ya boleh saja si...
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?