Motor Modifikasi RI Kalah Tapi Menang...

Kontes Modifikasi Cool Breaker

Motor Modifikasi RI Kalah Tapi Menang...

- detikOto
Jumat, 11 Jun 2010 16:10 WIB
Motor Modifikasi RI Kalah Tapi Menang...
Jakarta - Dua motor modifikasi karya anak bangsa yang dikirim ke kontes modifikasi kelas dunia, Cool Breaker 2010 ternyata gagal menang. Namun begitu, kedua motor itu mendapat sambutan yang sangat baik dari publik pecinta motor modifikasi di negeri sakura.

Di kontes yang diselenggarakan di Pasifico Hall, National Convention Center, Yokohama-Jepang pada 29-30 Mei 2010 lalu tersebut, Kyai Perkoso dan Enggang Merah yang mewakili Indonesia sempat memukau komunitas motor modifikasi dari berbagai belahan dunia lainnya.

"Kami tak menyangka, kedua motor custom yang sarat pesan dan makna nilai luhur budaya Indonesia ini ternyata mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari penonton, media internasional dan komunitas motor custom di Jepang," ujar Brand Manager U Mild Ahmad Nasyiruddin yang memberangkatkan keduanya dalam siaran pers yang diterima detikOto, Jumat (11/6/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua motor modifikasi yang mewakili Indonesia sendiri terdiri dari Kyai Perkoso yang dengan gagah menampilkan ornamen ukiran Kalamakara dan corak batik khas Jawa yang membalut tubuhnya. Warga Jepang dan builder dari seluruh dunia pun menatapnya dengan kagum.

Kyai Perkoso merupakan sebuah motor besar Harley-Davidson Sporter 1.200 cc tahun 2007 yang namanya diberikan langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono
X
dalam sebuah acara khusus untuk melepasnya berangkat sebagai wakil Indonesia.

Ikut menemani Kyai Perkoso, hadir pula Enggang Merah yang merupakan pemenang kontes modifikasi U Mild U Bikers hasil karya builder daerah asal Samarinda, Fajar Anand dari Rand Custom Work Samarinda.

Motor modifikasi berciri khas budaya Borneo ini dibangun dari motor Suzuki Thunder 250 cc tahun 2003 dan bergaya Prostreet Chopper.

Kehadiran motor-motor karya anak bangsa diantara 200 motor custom duniaΒ  ini pun termasuk mencolok mata dan disambut hangat oleh Official Cool Breaker serta sekitar 4.000 orang pengunjung.

Bahkan salah satu builder ternama Jepang, Yuichi Yoshizawa, sempat memuji tampilan Kyai Perkoso dan Enggang Merah yang disebutnya cantik dan menakjubkan.

"Keikutsertaan Indonesia menjadikan kompetisi lebih berwarna, menambah tingkat persaingan dan kompetitif. Motor custom dari Indonesia sangat cantik, memiliki konsep dan budaya asli, handmade, painting dan engine craft yang menakjubkan," ungkap Yuichi yang berasal dari rumah modifikasi Custom Works Zon Jepang.

Apresiasi luar biasa atas kehadiran motor-motor custom asal Indonesia di dalam ajang bergengsi ini juga terlihat dari antusiasme para wartawan Internasional dari Kanada, Jerman, Perancis, Amerika, dan tentunya Jepang dalam meliput motor-motor dengan tema etnik Jawa dan Kalimantan tersebut.

Makoto Watanabe, Chief Editor Hardcore Chopper Magazine, salah satu majalah custom Jepang yang mendunia bahkan sampai mengundang tim U Mild Custom Indonesia melihat kehidupan komunitas custom di negeri sakura tersebut.

Mereka diajak berkunjung ke beberapa workshop motor custom berkelas di Jepang, seperti Hot Dock Custom, Sundance, Cherry’s Company, Badlane, Bull Original, Mooneyes Inc, Easy Riders.

"Sebuah pengalaman yang sangat berharga, yang menempatkan Indonesia di tempat tertinggi motor custom dunia," kata Lulut Puspo Wibowo si pemilik Kyai Perkoso.

Karena itulah, meski tak mendapatkan piala juara, keikutsertaan motor custom Indonesia di ajang yang menjual tiket masuk yang terbilang mahal yakni sekitar 2.500 yen atau sekitar Rp.250.000 ini harus diapresiasi.

Sebab motor-motor yang bertarung di ajang ini adalah motor pilihan dunia yang terseleksi dengan ketat.

"Cool Breaker adalah sebuah kompetisi yang berkualitas tinggi, tidak semua motor bisa ikut. Banyak builder dari Eropa dan Amerika menghubungi saya dan berani membayar mahal untuk berkompetisi di ajang yang menjadi kehormatan builder Jepang," ujar Direktur Commission Cool Breaker, Keiji Kawakita.

"Indonesia saya izinkan ikut karena saya mengetahui kualitas motor custom-nya meski tetap dengan seleksi yang sangat ketat," tambah pria yang juga merupakan punggawa Hot Duck Custom, Tokyo-Jepang.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads