Hal itu diungkapkan sang kreator Topo Goedel Atmodjo asal Tauco Costum kepada detikOto beberapa waktu lalu.
"Kalau kita mau maju, gaya modifikasi kita harus kita rubah dan jangan meniru
gaya orang lain. Bangsa kita masih bisa mengeluarkan gaya modifikasi tersendiri tanpa meniru gaya dari luar. Jika itu dipupuk maka akan menciptakan hasil tersendiri dari anak bangsa," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau bisa matikan gaya luar dan timbulkan inovasi sendiri dari dalam negeri. Menjiplak sama saja goblok," cetusnya.
Dengan itu lanjut Topo kita punya pemikiran sendiri serta dapat bebas berimprovisasi di dalam dunia modifikasi tanah air tanpa mencontek.
"Kalau kita punya gaya modifikasi sendiri, pasti ATPM roda dua Indonesia akan meniru modelnya," ucap Topo.
Menurutnya jika ATPM mengekor gaya modifikasi itu, berarti gaya itulah yang sebenarnya diinginkan pengendara sepeda motor di Indonesia. "Berarti berhasilkan apa yang kita tonjolkan," tegasnya.
Dan untuk mendukung agar pelaku modifikasi lebih kreatif, Topo menyakini harus dibekali 5 syarat penunjang yakni Mimpi, Tekad, Sistem atau pola pikir, Pergaulan atau Networking, Behavior atau Kebiasaan.
"Jika semua bersinergi maka akan menghasilkan maha karya yang baik," tandasnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina
Dulu Laku Ribuan Sebulan, Penjualan BYD Atto 1 Tiba-tiba Cuma 26 Unit
Isi Garasi Menteri Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 6 Triliun