Namun Rahmawan tidak patah semangat mencari builder yang dirasa sanggup merampungkan bodi motornya.
Untuk itu, ia memboyongnya ke rumah modifikasi Ricky Motor Sport di Jalan Masjid Darussalam RT 05 RW 10 No 15 Kedaung, Ciputat, Tangerang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Ricky Motor Sport, sang builder dengan tangan jahilnya yang biasa melekukkan bentuk fiber untuk memuaskan keinginan pelanggan.
Pengembangan dimulai, menganut aliran modifikasi sport. Namanya juga Ricky Motor Sport ya pastilah modelnya berbau sporty.
Untuk firing depan, Ricky mempersiapkan serat fiber jenis MATH yang biasa disebut serabut. Untuk fairing depan meniru fairing Yamaha R1.
"Gue suka tampil beda, makanya gue buat gede," ujar Rahmawan.
Selanjutnya pada bagian tangki, tangki kondom model Yamaha R1 juga turut dicokokan builder untuk menyesuaikan fairing yang emang bentuknya bongsor.
"Tangki model Yamaha R1 sengaja gue tawarin ke Rahmawan," cetus Ricky.
Selanjutnya, tampilan bodi depan yang gambot dikarenakan mengikuti keinginan Rahmawan diteruskan sang bulider hingga keburitan. Untuk itu, buntut V-ixion diubah menirukan Yamaha R6.
Tidak itu saja, untuk menyesuaikan buntut yang agak mundur, Ricky mengaplikasikan knalpot costum berbahan stainless stell Yamaha R6. "Biar semakin cocok," ujar builder.
Yang menarik lagi, di bagian depan, desainnya tergolong unik dengan dasboord costum. Untuk itu, Ricky memasangkan speedometer merek Takegawa dengan fitur digital yang sangat cantik tampilannya.
Dari bodi beralih ke kaki-kaki. Jika dilihat dari dimensi, jelas bodi Yamaha Vixion sudah berubah wujud. Namun yang menarik, kerangka asli masih dipertahankan. Ricky memang terkenal tidak suka merubah kerangka asli. "Rangka enggak gue ubah sama sekali untuk menjaga keutuhan rangka asli," ujarnya.
Kedua roda mengikuti bodi yang gambot, untuk itu bagian depan pelek MGV dibalut dengan battlax BT45 dan ban belakang battlax BT92 membalut velg MGV buatan Thailand diperkuat dengan arm lebar plus kondom fiber ala sang modifikator.
Tidak sampai disitu, untuk menopang bodi yang terlanjur besar, terpaksa menambah mata gear belakang dengan menggunakan 44 mata gear.
"Karena ban sudah gede, biar entang akselerasinya jadi gear naik 2 mata," papa Ricky.
Terakhir, tinggal pemilihan warna, merah dan hitam dipilih karena yang punya hajat memang senang dengan warna tersebut. "Gue suka warna hitam dan merah," tutur Rahmawan.
Dari keseluruhan, Rahmawan ternyata mendapatkan kepuasan batin atas kerja Ricky.
"Oke puas banget, ternyata ada hasilnya setelah dana yang gwe keluarin sebanyak Rp 20 juta," bangga Rahmawan.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Mobil Pribadi Isi Pertalite Dibatasi, per Hari Maksimal Rp 500 Ribu
Australia 'Lumpuh', Hampir 500 SPBU Kehabisan BBM!