Harga Mati Modifikasi Motor

Harga Mati Modifikasi Motor

- detikOto
Jumat, 16 Jan 2009 09:41 WIB
Harga Mati Modifikasi Motor
Jakarta - Para modifikator kuda besi alias motor masih enggan menurunkan tarif ongkos modifikasi. Soalnya harga-harga spare part dan bahan-bahan untuk memodifikasi motor masih tinggi.

Hal tersebut disampaikan juragan modifikasi dari Ton's Chrome, Ton ketika dihubungi detikOto, Jumat (16/1/2009).

"Untuk penurunan harga BBM yang direncanakan pemerintah saat ini sepertinya tidak ada pengaruh terhadap harga yang saya tawarkan," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ton menuturkan dulu pada saat harga BBM menyentuh Rp 6.000 dirinya tak menaikkan ongkos modifikasi motor. "Saya tidak menaikan harga modifikasi saya," ujarnya.

Jadi kalau pun harga BBM turun sampai 4.500 per liter untuk premium, ongkos modifikasi tetap saja. "Kayaknya tidak ada pengaruh deh, kata Ton.

Menurut pria yang memang sudah sangat mengerti dunia modifikasi roda dua ini, tidak ingin beralasan dengan naik dan turunnya harga BBM menjadikan seorang modifikator lesu untuk memuntahkan karya seninya terhadap roda dua. "Lagian saya juga menjual jasa dan yang terpenting hasilnya," ujar Ton.

Hal senada juga dilontarkan oleh Topo Godel Atmojo dari rumah modifikasi Tauco custom, ia beralasan tidak ada pengaruh besar terhadap dunia modifikasi roda dua, yang ada mungkin hanya biaya antar jemput barang.

"Dan itu juga tidak berperpengaruh besar dari turunnya harga BBM terhadap usaha yang saya jalankan," ucap Topo.

Dunia merombak roda dua memang sudah menjadi harga mati bagi seorang modifikator, dan itu sepertinya tidak bisa ditawar lagi, dan dengan turun dan naiknya harga BBM saat ini bahkan gejolaknya krisis ekonomi global pun tidak berpengaruh besar terhadap hasil yang mereka torehkan.

Seperti yang dirasakan Mifta dari rumah modifikasi airbrush FIM Paint, naik turunnya harga BBM saat ini tidak ada pengaruh dengan harga yang ditawarkan.

"Tetap saja kita menawarkan harga yang seperti dulu sewaktu BBM belum naik mencapai harga Rp 6.000. Kami masih menawarkan harga yang sama, dan yang terpenting konsumen merasa puas," ujar Mifta saat dihubungi detikoto, Rabu (14/1/09).

(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads