Nurdin Spesialis Motor Lawas

Nurdin Spesialis Motor Lawas

- detikOto
Kamis, 08 Jan 2009 14:08 WIB
Nurdin Spesialis Motor Lawas
Jakarta - Nurdin Fajar Hidayat bisa dibilang cukup dikenal di antara komunitas-komunitas motor lawas. Soal merestorasi atau up-grade tampilan si kuda besi yang sudah ringkik yang akan dibangun menjadi good looking kembali, Nurdin memang jagonya.

Bagi pria asli Betawi ini, kerja di bidang ini perlu ketelitiaan. Tanpa ketelitian di saat melakukan proses pengerjaan, maka hasil yang didapatkan tidak akan sempurna. β€œApalagi soal merestorasi tampilan body atau mesin motor lawas,” ujar Nurdin kepada detikOto, Rabu (7/01/09).

Nurdin adalah mekanik Elza Motor yang terletak di Jl. Lebak Bulus Raya No. 11, Lebak Bulus, Jakarta. Dia lebih tertarik merestorasi motor lawas tahun 80-an keluaran Jepang seperti Honda C 70, CB 100, dan Kawasaki Binter Merzy. Namun, dia tetap menerima servis motor baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi dia, merestorasi motor lawas mudah dikerjakan karena masih menggunakan komponen-komponen yang tidak sulit untuk diperbaiki. β€œSeperti sistem pengapian motor tua kan masih pakai platina, apabila rusak atau tidak ada suplai api, ya masih bisa dibetulkan. Kalau motor baru sekarang, mana bisa, palingan juga dibuang oleh pemiliknya,” terang pria yang memulai karirnya sejak tahun 1995 ini.

Untuk komponen motor lawas yang sulit didapat, biasanya Nurdin hunting ke sesama bengkel. Bahkan tidak jarang Nurdin berkeliling kota Jakarta dan sekitarnya untuk mendapatkan komponen tersebut.

Jika tidak ada juga, bapak satu anak ini terpaksa harus mengkanibalkan komponen agar motor lawas dapat digunakan kembali. ”Komponen bisa saja diakali dengan mengkanibalkan dengan menggunakan produk bikinan saya,” ucap Udin.

Untuk merestorasi motor lawas ternyata Udin sangat tidak ingin buru-buru untuk mendapatkan hasil yang maksimal. β€œBiasanya konsumen saya kasih waktu 2 bulan, dan saya yakin itu bakal rampung,” ujar Udin.

Ketika ditanya masalah harga dan jasa merekondisi si kuda besi lawas, Nurdin mengaku tidak bisa dipatok. β€œSebab harga sangat tergantung dari hasil kerja, dan saya juga tidak ingin konsumen merasa kecewa dengan hasil kerja saya,” kata Udin. (ikh/syu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads