"Tanpa ketelitian disaat melakukan proses restorasi, maka hasil yang didapatkan tidak akan sempurna," ujar Denny dari D&G motor yag terletak di Jalan Diesel No 4 Komplek Batan, Pasar Jumat, Jakarta Selatan.
Awal debutnya dimulai tahun 1996 dengan mempermak sepeda motor keluaran tahun 70-80an kembali menjadi wajah aslinya. Begitu banyaknya sepeda motor lawas yang ia restorasi, sampai-sampai ia tidak ingat ketika ditanya sudah berapa motor yang ditanganinya sampai saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan untuk masalah spare part itu mah bisa dicari walaupun harus hunting keluar kota seperti bandung dan kota-kota lainnya," tambah Denny.
Untuk membangun satu buah motor menurutnya tergantung ketersediaan spare part. Jika penting spare part sudah tersedia, maka waktunya singkat. Waktu sebulan untuk membangun motor akan terlalu lama bagi Denny.
Ketika diajak masalah harga merestorasi, Denny mengaku tidak bisa mematok harganya. Sebab tergantung dari ketersediaan komponen yang akan dipakai.Β Semakin gampang part yang dicari, harga modifikasi pun semakin murah.
Beda lagi kalau komponen motor yang masih bisa digunakan. Semakin sedikit alat yang dicari maka semakin murah harga restorasi, namun sebaliknya semakin banyak barangΒ yang dicari maka semakin mahal harga restorasi. "Biasanya sih gue patok sekitar Rp 10 juta - Rp 11,5 juta," ujarnya.
Denny bukan saja hanya jago restorasi bodi dan mesin, melainkan ia juga menerima order mencat bodi sepeda motor.
Dan sesekali ia juga terima order modifikasi motor lawas seperti yang sedang ia kerjakan sekarang yaitu Honda C 800 yang diubah menjadi chopper.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Dadan soal Motor MBG: Dulu Klaim di Bawah Harga, Ternyata Di-markup
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni
Jangan Kaget Lihat Harga Pertamax, Sekarang Tembus Rp 16.250/liter