Pepatah tersebut nampaknya selalu digunakan Agus yang mempunyai kekurangan pada postur tubuhnya. Semangatnya terus memacu dirinya untuk berkreativitas di dalam stel menyetel velg.
"Keahlian ini warisan dari orang tua saya, saya mulai kerja sendiri sejak tahun 1982. Kalau orang tua mah, sudah lama banget, dari tahun 1952," ujar Agus kepada detikOto, Senin (22/12/2008) saat ditemui di bengkel yang merangkap rumah di Jl. Damai II No. 25 Cipete Utara, Jakarta Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk sepeda motor jenis bebek pengerjaan sekitar dua hari untuk velg depan sekaligus belakang.
"Kalau skubek, agak lama sedikit karena sulit proses pengerjaannya, khususnya pada pelek bagian belakang, paling banyak konsumen minta dirubah jari-jarinya menjadi 72 jari," tegas Agus.
Tidak itu saja, ia juga sering menerima order dari pelanggan yang velg ingin dirubah jari-jarinya supaya terlihat klasik dan kokoh.
"Yang ini harus super hati-hati, salah sedikit bisa berabe deh," canda Agus.
Oleh karena itu Agus sudah mempersiapkan alat khusus untuk stel pelek. "Alat ini cuma bapak saya yang punya, dan kagak ada orang lain yang miliki. Dan akhirnya alat ini dituruni ke saya," ujar Agus bangga.
Untuk harga dipatok Rp 300 ribu untuk sepasang velg bebek atau sport, dan untuk velg standar hanya dihargai Rp 100 ribu saja. Selain ia juga menerima press velg racing. "Namun untuk hal yang satu itu kita juga masih pake alat yang kita bikin sendiri," ucapnya. (ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu