Di rumah modifikasi Laju Teknik yang terletak di Jalan Kavling Pertamina No. 42 C Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat ini, setiap motor ditangani dengan keahlian yang tidak diragukan lagi.
Berbekal keahliannya, Bapak 3 anak ini telah dikenal banyak komunitas Enduro Cross Country se-Jakarta hanya untuk dimintai ide kreatifnya untuk mempertangguh tunggangan sepeda motor riders Cross Country.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk masalah bahan, Hasan pun sangat selektif memakainya, yakni menggunakan bahan seamless (small bar) atau tanpa sambungan plat minimal ST 41 sebagai bahan rangka garapannya.
"Seamless itu memang lebih bagus, namun, hasil yang didapatkan dari bahan ini tidak usah diragukanΒ lagi karena selain kuat, bahan ini juga lunak dan mampu untuk kontruksi sepeda motor," ucap Hasan ketika ditemui detikOto, Senin (1/12/08).
Hasil yang didapat dari seamless itu lebih bagus dan kuat dari plat biasa. Namun harus diperhitungkan juga pada saat membangun rangka tersebut. "Salah bangun, kestabilan dan handling sepeda motor tidak akan maksimal hasilnya," ujarnya.
Selain itu, Hasan juga sangat memperhatikan centre of gravitations atau keserasian roda depan dan roda belakang dengan mesin yang akan dipasang dengan sistem titik berat yang tepat.
Bukan itu saja, dari rumah modifikasi Laju Teknik ini juga membangun sepeda motor selain motor Cross Country. Buktinya sekarang ia sedang mengerjakan sepeda motor kepunyaan warga Bandung untuk diubah tampilannya bergaya low rider bermesin binter mercy.
Masalah biaya, Hasan mematok biaya yang sesuai dengan kebutuhan sepeda motor yang akan dibangun kira-kira Rp 12 jutaan per motor.Β Dan itu di luar roda, velg dan cat yang akan digunakan.
Selain itu dari rumah modifikasi ini juga menyediakan garansi selama 6 bulan.
(ddn/ddn)













































Komentar Terbanyak
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!