Mengubah Yamaha Xmax 250 menjadi motor bergaya Batpod ternyata butuh biaya yang tak sedikit. Hal ini karena harus membuat ulang rangka dari sketsa, hingga bentuk jadi. Belum lagi tambahan part-part pendukungnya yang tentunya berharga mahal.
Wahab dari MWM Custom mengatakan, biaya modifikasi Xmax 250 menjadi Batpod alias motor Batman, bisa menyentuh angka ratusan juta rupiah. "Untuk biaya produksi kemarin ini kurang lebih sekitar Rp200 jutaan," ujar Wahab kepada wartawan di Bandung, Sabtu (26/9/2026).
Sebagai informasi, motor ini menggunakan Yamaha Xmax 250 sebagai basisnya. Namun, sekitar 95 persen komponennya merupakan hasil custom handmade. MWM hanya menjadikan Xmax sebagai motor dasar, sementara rangka, bodi, velg, kaki-kaki hingga sistem suspensi dibuat ulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini basic motor Xmax 250 dan semua handmade, dari mulai rangka, bodi, velg sampai ke sistem suspensinya atau kaki-kakinya," bilang Wahab.
Modifikasi Yamaha Xmax jadi motor Batman Foto: Luthfi Anshori/detikOto |
Pengerjaan motor tersebut membutuhkan waktu tiga bulan 14 hari. Sebelum masuk proses produksi, MWM terlebih dahulu membuat desain tiga dimensi untuk memastikan bentuk dan sistem motor bisa disimulasikan.
"Jadi dari mulai desain 3D, kita simulasikan dulu semua engineering-nya. Habis itu baru ke eksekusi atau ke produksi," ujarnya lagi.
Menurut Wahab, penggunaan desain 3D membantu proses pembuatan motor custom menjadi lebih presisi. MWM bisa melihat gambaran motor sejak awal, sehingga potensi kesalahan dapat ditekan.
"Preview-nya itu sudah bisa kita lihat dari awal. Kalau menggunakan sistem 3D, jadi nggak ngawang-ngawang. Kemungkinan meleset atau trial and error juga bisa dikurangi," tutur Wahab.
Untuk bodi, MWM menggunakan material hasil 3D print. Jok motor juga dibuat dengan metode tersebut. Sementara bagian knee rest menggunakan sistem elektrikal sehingga bisa digeser dan disesuaikan dengan tinggi badan pengendara.
Selain tampilan, sektor engineering motor ini juga mengalami perubahan besar. Sistem kemudi menggunakan single arm atau pro arm di sisi kanan dengan mekanisme tie rod seperti mobil.
"Beloknya unik dan meskipun mekanismenya lumayan ribet, tapi motor ini secara suspensi fungsional," tambahnya.
Sistem transmisinya pun tidak lagi sederhana. Tenaga dari CVT dipindahkan menggunakan rantai ke sisi kanan, kemudian masuk ke gearbox. Dari gearbox, tenaga diteruskan melalui kopel menuju gardan untuk memutar roda belakang.
Motor ini juga menggunakan ban mobil off-road di bagian depan dan belakang. Velg-nya berukuran ring 15 dan dibuat sendiri oleh MWM.
"Kalau dipakai di jalan raya tentunya tidak nyaman. Tapi balik lagi, karena motor ini dibuat bukan untuk harian," tukas Wahab.
(lua/dry)











































