Rabu, 02 Okt 2019 09:27 WIB

Melestarikan Budaya Batik Lewat Modifikasi Motor

Rangga Rahadiansyah - detikOto
2 Mengukir Batik di Motor
Halaman 2 dari 4
Foto: Rizki Pratama

Anton, salah satu modifikator motor yang mengikuti kontes modifikasi Bellanova Country Mall Otomotif 2019 di Sentul, Bogor, pada Maret 2019 lalu menampilkan motor yang diukir batik di berbagai sisi. Kata dia, gaya modifikasi engine grafire sudah mulai ramai sejak dua tahun lalu.

"Prosesnya kita ambil engine standar diler, kita motif dulu baru kita grafire menggunakan pahat dengan tangan. Lalu celup chrome dan pewarnaan candy untuk manisnya," papar Anton saat itu.

Meskipun bisa mengerjakan berbagai jenis pesanan motif, kebanyakan motor modifikasi memilih motif batik. Alasannya tentunya menjaga budaya dan kearifan lokal Tanah Air.

"Kebanyakan motifnya emang batik lebih lokal, tapi tetap bisa aja pakai motif lain," tambah Anton.

Untuk biayanya sendiri pengukiran satu motor terbilang cukup besar yaitu Rp 30-40 jutaan. Harga tersebut sudah termasuk segalanya tanpa terkecuali seperti mesin, velg, tromol, dan berbagai komponen yang berbahan besi atau aluminium pada motor.

"Jadi semua itu full semotor sampai beres, mulai dari mesin, tromol sambung, velg custom, dan lainnya," ungkap Anton.

Meskipun mengukir bagian sensitif seperti mesin, Anton mengaku hal ini masih aman karena pengukiran tidak terlalu dalam. "Kita sendiri standar dalam ukirannya 1,5 mm sampai 2mm itu sudah aman," pungkas Anton.

(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com