Sabtu, 29 Des 2018 18:53 WIB

Disebut 'Motor Butut', Suzuki Thunder Ini Ubah Tampilan Jadi Brat

Luthfi Anshori - detikOto
Modifikasi Suzuki Thunder Bergaya Brat Foto: Pool Modifikasi Suzuki Thunder Bergaya Brat Foto: Pool
Jakarta - Handoko hampir saja ribut dengan sang istri. Gara-garanya ia membawa unit Suzuki Thunder bekas ke rumahnya dalam kondisi memperihatinkan.

"Pas dibeli dari pedagang mokas bulan Juli lalu, kondisinya memang nggak karuan. Starter elektrik dan saklar lampu mati. Indikator speedometer mati, hanya lampu utama yang hidup meski nyalanya kecil. Tutup aki sebelah kanan juga hilang, kondisi cat kusam, makin lengkap dengan jok yang robek," cerita Handoko, kepada detikOto.



Tak mau ribut lama-lama, Handoko langsung kontak Wahyu Hidayat, punggawa Diwa Creative Studio di Cimanggis Depok. Setelah berdiskusi panjang lebar, disepakati untuk mengubah motor bekas pekerja ini jadi motor custom hasil persilangan aliran bratstyle dan tracker.

Apa saja yang diubah? Dari sektor mesin, Wahyu mencangkok karburator PE28 TDR ke mesin Thunder 125 Handoko. Tidak puas, CDI diganti ke merek BRT yang sudah teruji. "Tenaga dan tarikan meningkat 15-20 persen apalagi setelah ditambah BBM Pertamax series. Motor 125 cc berasa seperti motor 150 cc," kekeh Handoko.

Beres di sektor mesin, rombakan berikutnya sasar bagian rangka. Dijelaskan Handoko, rangka belakang dibabat habis, kemudian dibuat bentuk baru serupa ekor angsa dengan menggunakan pipa diameter yang sama dengan rangka asli.



"Hasilnya, motor yang semula bisa untuk boncengan, sekarang hanya pakai jok single seater. Tapi biar tetap fungsional, pada rangka belakang ditambahkan rak bagasi bergaya retro. Jadi bisa bawa barang saat touring," lanjut pria yang akrab disapa Koko.

Modifikasi Suzuki Thunder Bergaya BratModifikasi Suzuki Thunder Bergaya Brat Foto: Pool


Area kaki-kaki juga jadi sektor yang diubah. Misal sokbreker depan diganti menggunakan copotan sokbreker Yamaha Byson dengan diameter 41 mm. "Sokbreker belakang juga diganti menggunakan keluaran NTC. Model ini dipilih karena bentuknya yang unik, minimalis dan bersih dari tonjolan per, agar ketika dipasang tidak mentok dengan cakram rem belakang," lanjut Koko.

Untuk menambah daya pengereman, rem belakang yang semula teromol pun diganti menggunakan rem cakram. Pelek racing bawaan motor masih dipertahankan karena bentuk palangnya yang masih sesuai tema ubahan serta ukurannya yang sudah berdiameter 18 inci. Biar klop, ban 18 x 400 bercorak semi trail dari Primaax dipilih untuk melengkapi gaya tracker.



Tangki bensin jadi bagian lain yang mendapat rombakan. Tangki dibuat custom menggunakan pelat galvanis 1 mm dengan bentuk yang ramping, serta dipermanis dengan adanya coakan di belakang. Tutup tangki dipilih model pop up bahan dural yang untuk buka-tutupnya perlu gerakan menekan dan memutar.

"Untuk bodi samping atau tutup aki dilepas dan sengaja dibiarkan terbuka, agar ubahan motor ini terlihat klimis dan minimalis mengikuti pakem aliran bratstyle," lanjut Koko.

Detail lain, ada ubahan di sektor lampu - lampu. Lampu utama diganti lampu daymaker bulat berdiameter 6 inci. Lampu rem menggunakan model lampu bulat kecil. Lampu sein depan dan belakang pakai bentuk berbeda. Sein belakang berbentuk bulat, sedang sein depan berbentuk seperti anak panah.

Modifikasi Suzuki Thunder Bergaya BratModifikasi Suzuki Thunder Bergaya Brat Foto: Pool


"Untuk lebih meningkatkan keamanan, ada tambahan lampu sein pada ujung setang (bar end turn signal/sein jalu). Terpasang juga modul hazard sehingga pada kondisi darurat dan saat touring, lampu sein depan-belakang kanan-kiri bisa menyala bersamaan layaknya lampu hazard. Keren kan," terang Koko.

Sebagai finishing, seluruh rangka, swing arm, kepala silinder mesin dan bodi samping dilabur dengan warna hitam glossy. Khusus tangki dan sepatbor dicat warna silver dengan sapuan warna hitam. Ditambahkan logo petir (thunder) warna biru agar sesuai dengan nama varian motor.



Blok mesin yang kotor dan kusam ketika motor ini didapat, sudah dipoles dengan warna abu-abu. Selain itu, untuk setang, segitiga atas, shockbreaker, dan beberapa bagian metal lainnya mempertahankan warna chrome seperti aslinya. Paduan warna hitam, silver dan chrome yang dominan, menjadikan motor ini lebih terlihat klasik.

Agar terihat sedikit nakal, dipilihlah warna merah untuk kulit jok. "Kalau mau terlihat 'nakal' sih mestinya warna tangki dibikin gaya 'rusty' seperti motor tua karatan gitu ya. Tapi nanti deh lain waktu," lanjut Koko sambil mengatakan pengerjaan modifikasi secara keseluruhan ini memakan waktu 3 bulan.

Modifikasi Suzuki Thunder Bergaya BratModifikasi Suzuki Thunder Bergaya Brat Foto: Pool


Selain lebih keren dan berestetika, Thunder 125 besutan Koko pun kini juga ikut disayang oleh sang istri.

"Ketika lihat hasilnya, motornya langsung diminta buat pajangan warung kopi dia. Tapi saya beri satu syarat supaya saya diizinin beli motor lagi, hehehe," pungkas Koko.

Data modifikasi:

Tangki bensin: Custom plat galvanis 1mm
Ban depan belakang: Primaax SK 68 King Cross size 18-400
Velg: Original Thunder EN125-HAK
Stang: Custom model fatbar
Tutup tangki: Pop-up duralium
Sok depan: Original Yamaha Byson
Sok belakang: NTC
Swingarm belakang: Original Thunder EN125-HAK
Disk belakang: Suzuki Satria
Rem depan: Yamaha RX King
Lampu utama: Daymaker 6 inci
Lampu sein: Aftermarket
Lampu rem: Aftermarket
Jok: MB-Tech custom by diwacreativestudio
Handgrip: Yamaha Fino
Saklar: Original Thunder EN125
Knalpot: Custom steinless steel
Cat: Spiece Hecker
Back rack: Honda CB125 custom
Spion: Aftermarket
Karburator: TDR 28
Rantai: Willwood
CDI: BRT Racing (lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed