Jumat, 26 Okt 2018 10:04 WIB

Dolar Menguat, Harga Sparepart Modifikasi Ikut Naik

Luthfi Anshori - detikOto
Modifikasi Motor di bengkel Baru Motor Sport. Foto: Luthfi Anshori Modifikasi Motor di bengkel Baru Motor Sport. Foto: Luthfi Anshori
Jakarta - Menguatnya nilai tukar dolar terhadap rupiah turut mempengaruhi kegiatan bisnis para pelaku industri di sektor otomotif. Salah satunya seperti yang dialami oleh bengkel modifikasi Baru Motor Sport (BMS) di bilangan Palmerah, Jakarta Barat.

Bengkel yang khusus menerima jasa modifikasi motor sport dan motor klasik (chopper, scrambler) ini sudah menaikkan harga komponen aksesori modifikasi, khususnya yang diimpor dari luar negeri.



"Kalau untuk kenaikan sparepart sendiri sebenarnya itu sudah dari tahun lalu. Kita menaikkan harga antara 15-20 persen. Kemarin sempat dolar menguat kita juga naikkan lagi sedikit harga sparepart yang impor," kata owner BMS Ariawan Wijaya, kepada detikOto di Palmerah Jakarta Barat, (25/10/2018).



Untuk menyiasati terus melonjaknya harga komponen modifikasi motor, Ariawan mengaku tidak menerima down payment atau uang muka untuk setiap proyek motor yang dia buat.

"Makanya seperti modifikasi chopper yang pakai mesin Harley-Davidson, kami nggak terima uang DP. Jadi kita kalkulasikan dulu biaya modifikasinya. Lalu minta konsumen bayar. Karena kalau dicicil, takutnya nanti harga sparepart bisa naik di tengah-tengah proses pengerjaan modifikasi," pungkas pria yang akrab disapa Arie ini. (lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed