Kamis, 24 Agu 2017 07:38 WIB

Ngebengkel by detikOto

Diwa Creative Studio, Kombinasikan Musik dan Modifikasi Motor

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: Diwa Creative Studio
Jakarta -

[Gambas:Video 20detik]

Modifikasi motor merupakan sebuah karya seni dalam dunia otomotif. Untuk menghasilkan modifikasi yang keren, dibutuhkan kreativitas dari desainer dan ketekunan pada pengerjaannya.

Hal itu selalu diterapkan di Diwa Creative Studio, sebuah rumah modifikasi motor yang berbasis di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Penggagasnya, Wahyu Hidayat, mengatakan di Diwa Creative Studio dia dan timnya tak hanya menyalurkan ide kreatif melalui modifikasi sepeda motor.

"Gue di sini bikin banyak hal yang bersifat kreatif. Gue bikin musik, gue bikin video, gue bikin lukisan. Di sini nggak cuma bikin motor kustom," kata Wahyu saat berbincang dengan detikOto di markas Diwa Creative Studio, Cimanggis, Depok, belum lama ini.

Diwa Creative Studio sendiri berdiri sejak 2011. Wahyu mendirikan Diwa Creative Studio untuk menyalurkan hobinya di dunia seni kreatif dan dunia otomotif.

"Sebenarnya background-nya adalah saat gue berhenti main musik, saat gue berhenti membuat film, gue butuh eksistensi yang tetap seni. Gue suka motor dan motor itu bisa gue jadikan wadah seni, jadilah media motor yang gue hajar, buat bentuk lain media gue untuk menyalurkan seni," ucap Wahyu.

Setiap motor modifikasi yang dibuat dan didesain oleh Diwa Creative Studio memiliki ciri khas. Biasanya, motor modifikasi itu memadukan filosofi musik dan seni modifikasi.

"Saat gue bikin motor kustom pasti ada nuansa musik. Nuansa musik itu bisa digambarin di postur motornya, bisa digambarin secara visual di striping atau tulisan, di cat. Ada juga customer yang nggak mau dibikin secara tulisan, gue bikin di postur motornya. Misalnya ada yang suka pemain bass Metallica, tapi dia nggak mau ditulis nama pemain bass Metallica itu. Makanya gue bikin postur motor itu kekar seperti pemain bass Metallica," cerita Wahyu.

Lantas, apa alasan Diwa Creative Studio memadukan unsur musik dengan seni modifikasi? "Karena gue merasa gue tidak bermain musik lagi, tapi gue masih pengin ada hal-hal yang berbau musik di situ. 90 persen customer di Diwa Creative Studio itu dia suka musik. Mustahil orang nggak pernah dengerin musik. Semua musik bisa jadi inspirasi modif," ucap Wahyu.

Melalui modifikasi, Wahyu juga menuangkan karakter customer pemilik motor di motor kustom itu. Di tangan tim Diwa Creative Studio, motor pun bisa diubah sehingga mewakili karakter pemiliknya.

"Ada juga (customer) yang datang ke sini pengin modif motornya tapi nggak tahu karakternya mau kayak gimana. Setelah gue korek-korek info tentang orang itu dan jadi motornya, mereka rata-rata puas dengan hasilnya," ucap Wahyu.

Persaingan di dunia modifikasi motor saat ini sangat ketat. Di tengah persaingan ketat itulah yang membuat Wahyu dan timnya harus berpikir kreatif untuk menciptakan sebuah karya seni di dunia modifikasi motor.

"Kreativitas itu no limit. Selagi kita bisa eksplorasi pasti ada celah. Kuncinya di kreativitas kalau mau survive," ucap Wahyu. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com