Jumat, 19 Apr 2019 13:59 WIB

Toyota Sulit Mencari Pengganti Akio Toyoda

Ridwan Arifin - detikOto
Akio Toyoda Foto: Toyota Akio Toyoda Foto: Toyota
Jakarta - President of Toyota Motor Corp Akio Toyoda sudah satu dekade memimpin perusahaan. Hal ini akan terus berlangsung selama beberapa waktu ke depan, sebab Toyoda belum menemukan calon pengganti dirinya yang tepat.

Pria kelahiran 3 Mei 1957 ini sebelumnya menggantikan peran Katsuaki Wattanabe. Pucuk pimpinan sepertinya terus ia jalani apalagi dari sisi umur masih cukup muda yakni 62 tahun.



"Sejak hari pertama menjadi presiden, saya selalu mencari pengganti saya," kata bos Toyota Motor Corp seperti dikutip dari Autonews, Jumar (19/04/2019).

"Tetapi setelah 10 tahun, saya merasa semakin sulit menemukan yang tepat." tambah Toyoda.

Untuk mencari penggantinya, Toyoda juga perlu mengkaji lebih lanjut dengan "Tujuh Samurai" alias para petinggi Toyota (termasuk Toyoda). Dari enam wakil presiden eksekutif, hanya tiga yang lebih muda dari Toyoda. Tomoyama berusia 60, sementara Didier Leroy dan Moritaka Yoshida berusia 61 tahun.



Toyoda mengatakan dia baru saja memulai "perubahan model penuh" dari perusahaan yang didirikan kakeknya 82 tahun lalu. Misi barunya adalah menciptakan landasan bagi pembuat mobil generasi berikutnya untuk memungkinkan penggantinya untuk fokus pada mobilitas masa depan sejak hari pertama menjabat.

"Jika saya dapat menggunakan analogi otomotif, misi saya adalah untuk memimpin perusahaan itu sendiri melalui perubahan model penuh," kata Toyoda.

"Pada saat saya menyerahkan tongkat estafet kepada presiden berikutnya, saya berharap reformasi budaya ini selesai sehingga mereka dapat mulai dengan tajam berfokus pada masa depan dari hari pertama." ujar Toyoda.



Pemimpin berusia 62 tahun itu mengatakan dia "akan melanjutkan untuk beberapa waktu" dalam perannya saat ini. Sebagai bagian dari perombakan, ia berspekulasi tentang suatu hari nanti bahkan mengubah nama perusahaan dari Toyota Motor Corp menjadi Toyota Mobility Corp, namun tidak saat generasi saat ini.

Toyoda mengatakan presiden berikutnya mungkin pria atau wanita, dan bahkan bisa bukan orang Jepang.

"Aku tidak peduli sekolah apa yang mereka tuju, jenis kelamin atau kebangsaan mereka. Semua itu tidak relevan. Yang ingin aku tahu adalah apa yang ingin mereka lakukan di sini di perusahaan ini?" Kata Toyoda.

"Ini adalah jenis budaya yang ingin saya ciptakan." pungkas Toyoda (riar/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed