Minggu, 10 Feb 2019 20:10 WIB

Air Suspension Jadi Barang Wajib Modifikator Mobil di Tangerang

Ruly Kurniawan - detikOto
Modifikasi mobil di Tangerang. Foto: Ari Saputra Modifikasi mobil di Tangerang. Foto: Ari Saputra
Tangerang - Modifikasi bergaya stance atau ceper makin marak saja. Selain terbilang umum, komponen wajib untuknya cukup mudah dimiliki yakni air suspension. Itulah yang terjadi kini di kawasan Tangerang dan sekitarnya.

Perlu diketahui, stance merupakan salah satu gaya atau aliran modifikasi yang cukup sederhana dan umum dengan cara menarik roda bagian atas ke dalam (roda bawahnya melebar). Mudahnya, mobil nampak jadi ceper.


Maraknya modifikasi stance ini membuat air suspension seakan menjadi barang wajib bagi pemilik mobil yang ingin memodifikasi kendaraannya. Padahal, tidak selalu stance yang dipilih sebagai gaya modifikasi mobil mereka.

"Dahulu, air suspension itu tak terlalu menjamur. Ternyata sekarang sudah seperti beli kacang. Banyak banget, seperti barang wajib bila ingin modifikasi mobil," kata Erlangga Yudha dari Garuda Auto Society (GAS) saat berbincang bersama detikOto di Auto Tune Contest & Charity, Sky House BSD City, Tangerang, Sabtu (9/2/2019).

"Dahulu itu air suspension terasa mahal. Kalau sekarang mudah cari copotannya, googling juga dapat. Tak perlu ke Malaysia atau Thailand seperti modifikator dulu," lanjutnya.


Erlangga juga tak menampik bahwa demam modifikasi stance kian menjamur di kawasan Tangerang. Meski tak sedikit juga yang menggunakan gaya street racing ataupun glamour.

"Iya, stance yang sekarang lagi banyak. Ngehit," ucap Erlangga.

Stance sendiri merupakan salah satu gaya modifikasi mobil yang sudah tua dan terus populer. Walau terlihat sederhana, sebenarnya tak mudah untuk membuatnya sangat sempurna. Itulah alasan mengapa gaya modifikasi stance terus eksis.


Menurut salah satu modifikator di pameran dan kontes kontes Indonesia Automodified (IAM) beberapa waktu lalu, ada yang perlu diperhatikan untuk modifikasi bergaya stance. Yaitu menyesuaikan bodi, velg, serta bagian kaki-kaki lainnya.

"Sering kali kalau bodinya tidak pas ya kita ada yang potong shock nya atau per-nya. Kalau sudah seperti itu, otomatis sistem suspensi akan berubah sedangkan mobil harus tetap nyaman dibawa sehari-hari," kata dia.

"Belum lagi kalau tiba-tiba pemiliknya ngerubah dimensi bodi atau apapun selain cat, ya kita setting ulang. Itu yang rumit," lanjutnya.

Salah satu panitia IAM, Husna Sugiana juga memaparkan beberapa hal yang diliat oleh juri untuk modifikasi bergaya stance. Secara keseluruhan ialah tentang proporsi antara kaki-kaki dan juga bodi mobil secara keseluruhan. Serta, seberapa nyaman saat kendaraan tersebut dijalankan.


"Intinya, modifikasi aliran ini lebih menekankan ke sektor undercarriage atau kaki-kaki. Jadi bagaimana membuat posisi mobil jauh lebih menapak dan menurut pemodifikasinya lebih pas dan enak dilihat. Ukuran velg menentukan di modifikasi ini, termasuk proporsinya dibanding ukuran mobil. Belum lagi ubahan pada bodi untuk mengakomodir perubahan velg tersebut (misal radius fender, hingga wide body)," katanya.

"Juga, keseimbangan atau kerapihan posisi antara keempat roda. Itu yang diperhatikan," tambah Husna. (ruk/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed