Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Rabu 28 Maret 2018, 11:22 WIB

Wah, Diskotek Roda Empat ala Cah Lamongan

Deni Prastyo Utomo - detikOto
Wah, Diskotek Roda Empat ala Cah Lamongan Foto: Deni Prastyo Utomo
Surabaya - Jawa Timur merupakan salah satu kiblat modifikasi Indonesia. Beraneka mobil atau motor yang unik bermunculan. Salah satunya bisa kita lihat di kontes Indonesia Automotified (IAM) 2018, seri pertama di Kota Surabaya, beberapa waktu lalu.

Mobil Honda Accord VTI 2000 berwarna biru ini mampu membuat sorot mata tertuju padanya. Fandi WD (24) pria asal Lamongan, mengaku merombak total mobilnya untuk mengikuti ajang bergengsi IAM.




Dengan mengusung konsep elegent, Fandi memodifikasi interior mobil Honda Accord miliknya. Mulai dari dasbor hingga jok depan dan belakang membuat kesan futuristiknya kian kentara dan nyaman saat ditumpangi.

"Saya sengaja menyiapkan mobil saya untuk mengikuti kontes dan pameran IAM tahun ini. Tahun ini kedelapan kalinya saya ikut kontes dan pameran ini. Dan sudah 3 kali menjadi King Nominee," kata Fandi WD kepada detikOto.

Fandi melengkapi mobilnya dengan 24 layar LCD dengan berbagai ukuran. LCD tersebut ia pasang mulai dinding pintu hingga bagasi belakang. Dalam mobil milik Andi juga dilengkapi dengan bar mini. Untuk membuat kesana dunia malam semakin jelas. Dalam interiornya ia tambahkan lampu LED yang terkoneksi dengan irama musik.



Fandi yang mengaku suka musik ini menyulap bagian belakang mobil menjadi turn table mini. Tentunya dengan piranti audio yang mumpuni. Seperti saat kontes ia beserta rekan-rekannya mencoba untuk memainkannya.

Untuk kaki-kaki, mobil berwarna biru ini semakin cantik dan terlihat sporty dengan tambahan pelek Alscode ring 12 di bagian belakang dan ring 11 di bagian depan. Hingga membuat mobil ini berjarak hanya beberapa centimeter dengan aspal.

"Semua pelek kita mengunakan Alscode produk Jerman, suspensi udaranya sudah empat titik. Jadi kita bisa mengatur saat kita mengendarainya," ujar Fandi. Wah blink-blink banget.

Fandi membutuhkan waktu setahun untuk mengerjakan diskotek berjalannya ini. "Kita membutuhkan 3 mekanik untuk menggarap mobil ini. Audionya sendiri, mesinya sendiri dan juga interiornya sendiri," kata Fandi.

Namun Fandi mengaku untuk penggarapan interior di jok bagian depan sebelah kiri pengerjaan cukup membutuhkan waktu.

"Jok bagaian kiri ini bisa berputar ke belakang secara otomatis. Dan juga empat pintu bagian depan dan belakang juga otomatis. Semuanya kita jalankan dengan android," kata fandi.

Saat ditanya soal berapa kocek yang keluarkan untuk memodifikasi mobilnya, Fandi mengaku tidak bisa menghitungnya dengan detail.

"Berapa ya, paling tidak sampai Rp 100 juta, karena kita kerjakan sendiri bersama dengan tiga mekanik kita," kata pemilik Bengkel F4 di kawasan Karanggeneng Lamongan.

(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed