Prabowo 'Pamer', Baru di Eranya Ojol Dapet THR

Prabowo 'Pamer', Baru di Eranya Ojol Dapet THR

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Senin, 16 Mar 2026 17:35 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Dok. YouTube Setpres)
Presiden Prabowo Subianto. (Dok. YouTube Setpres)
Jakarta -

Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto mengatakan, baru di era pemerintahannya driver ojek online (ojol) mendapat tunjangan hari raya (THR) atau bantuan hari raya (BHR). Dia berharap, pembagiannya bisa disalurkan dengan adil.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat. Dia bersyukur bisa terlibat dan menjadi saksi 'bersejarah' dalam bantuan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita juga bersyukur, baru di pemerintahan kita pengemudi online mendapatkan bonus hari raya," ujar Prabowo Subianto, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (16/3).

Driver ojol Grab di Tendean, Jakarta Selatan.Driver ojol Grab di Tendean, Jakarta Selatan. Foto: Septian Farhan Nurhuda/detik.com

Secara historis, BHR untuk driver ojol memang baru ada sejak dua tahun terakhir. Bantuan tersebut belum ada di era presiden-presiden sebelum Prabowo.

ADVERTISEMENT

Prabowo berharap, besaran BHR yang diberikan ke ojol sesuai kesepakatan pemerintah dengan aplikator, yakni mulai dari Rp 400 ribu. Dia berharap, pencairannya bisa dilakukan secepat mungkin.

"Yakinkan yang kita tentukan sampai ke mereka antara Rp 400 ribu sampai Rp 1,6 juta per orang," kata Prabowo.

Sejumlah warga menunggu pengemudi ojek online di kawasan Jalan Rasuna Said, Kamis (12/3/2026), di tengah keluhan lamanya waktu tunggu layanan transportasi daring.THR untuk ojol Foto: Gilang Faturahman/detikFoto

Diberitakan sebelumnya, dikutip dari detikFinance, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penyaluran BHR ojol dilakukan bertahap mulai dari H-14 hingga H-7 Lebaran.

Menurut Airlangga, kebijakan BHR untuk driver ojol telah melalui komunikasi secara intensif dengan para aplikator. Jumlah pengemudi yang diberikan BHR sekitar 850.000 orang dengan total anggaran Rp 220 miliar.

"Jumlah yang diberikan BHR tahun 2026 mencakup kepada sekitar 850.000 mitra penerima atau pengemudi dengan nilai total Rp 220 miliar," kata Airlangga dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026).

Dia mengklaim, jumlah anggaran itu meningkat dibandingkan tahun lalu. Untuk jumlah penerimanya, setiap aplikator seperti Grab dan Gojek akan memberikan BHR tersebut ke masing-masing 400 ribu mitra drivernya.

"Gojek dan Grab itu akan membagikan BHR masing-masing ke 400.000-an mitra pengemudi. Kami mendorong penyaluran dilakukan lebih awal H-14 atau paling lambat H-7 sebelum Idul Fitri," kata Airlangga.




(sfn/rgr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads