Toyota terus mengembangkan otomatisasi di fasilitas produksinya. Namun, pabrikan asal Jepang itu belum sepenuhnya menggantikan manusia dengan robot untuk merakit kendaraan.
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) I Nyoman Winaya mengatakan, otomatisasi dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan proses produksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami melakukan otomatisasi secara bertahap sesuai dengan kebutuhan proses produksi," ujar I Nyoman Winaya di Karawang, Jawa Barat.
Pabrik Toyota di Karawang. Foto: Doc. TMMIN |
Di pabrik Toyota Karawang, Jawa Barat, assembling memang hampir sepenuhnya menggunakan tangan-tangan manusia. Namun, di sektor lain seperti welding dan painting, banyak dikerjakan robot. Sebab, assembling membutuhkan kecermatan dan ketelitian manusia.
Di sisi lain, Toyota tetap mengembangkan kemampuan pekerjanya agar bisa mengikuti perubahan teknologi di industri otomotif. Karyawan dibekali keterampilan baru, termasuk pemrograman dan kompetensi di bidang teknologi.
"Di saat yang sama, kami juga memastikan bahwa kemampuan dan kompetensi karyawan terus dikembangkan dengan memberikan keterampilan yang lebih relevan dengan kebutuhan saat ini, termasuk pemrograman dan kompetensi di bidang teknologi," tuturnya.
Pendekatan tersebut sejalan dengan filosofi Toyota, yakni 'Make People before Make Product'. Artinya, pengembangan manusia menjadi bagian penting sebelum perusahaan menghasilkan sebuah produk.
Hal itu juga diterapkan saat Toyota mulai memproduksi kendaraan elektrifikasi. Persiapan tidak hanya dilakukan pada teknologi dan fasilitas manufaktur, tetapi juga pada sumber daya manusia.
"Dengan filosofi ini, kami selalu mengedepankan People Development dalam kegiatan usaha. Khususnya dalam era elektrifikasi. Sebelum memulai produksi kendaraan elektrifikasi kami melakukan persiapan bukan hanya dari sisi teknologi dan fasilitas manufaktur, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia (SDM)," kata dia.
Toyota juga menyesuaikan pekerjaan dengan kebutuhan masing-masing pekerja. Salah satunya melalui penggunaan karakuri, yakni alat bantu produksi yang dirancang untuk meringankan pekerjaan manusia.
(sfn/rgr)











































