×
Ad

Menjadi Proaktif: Bagaimana Geotab Mencegah Kecelakaan Armada Geotab

Chayyara Zulghifary - detikOto
Kamis, 17 Sep 2026 20:02 WIB
Foto: Magnific
Jakarta -

Keselamatan armada kini menjadi salah satu prioritas utama bagi berbagai perusahaan di Indonesia. Meningkatnya risiko kecelakaan di jalan, tuntutan terhadap standar keselamatan kerja yang semakin tinggi, serta kebutuhan untuk menjaga produktivitas mendorong perusahaan mencari solusi yang dapat meningkatkan keselamatan pengemudi sekaligus menjaga efisiensi operasional.

Untuk membantu menjawab tantangan tersebut, Geotab menggabungkan kamera dasbor berbasis AI dan perangkat lunak manajemen armada dalam satu platform. Dengan demikian, perusahaan tidak perlu menggabungkan berbagai perangkat secara terpisah dan dapat meminimalkan adanya celah informasi. Lebih dari sekadar merekam kejadian di jalan, solusi ini menghubungkan rekaman video dengan data telematika sehingga perusahaan dapat memperoleh konteks yang lebih lengkap saat menganalisis suatu insiden.

Pendekatan ini juga mengubah cara perusahaan memandang teknologi pemantauan pengemudi. Video telematika tidak lagi sekadar berfungsi sebagai alat pengawasan, tetapi juga sebagai alat coaching yang membantu pengemudi meningkatkan kebiasaan berkendara secara berkelanjutan.

Video Telematika All-in-One Geotab

Berbeda dengan pelacak GPS konvensional yang umumnya hanya merekam data lokasi dan memberikan informasi setelah insiden terjadi, video telematika all-in-one menawarkan pendekatan yang lebih proaktif. Menurut Geotab, teknologi ini menggabungkan kamera dasbor berbasis AI dengan sensor telematika seperti GPS, sistem diagnostik mesin, dan akselerometer dalam satu platform terintegrasi.

Kombinasi tersebut memungkinkan sistem tidak hanya merekam kondisi di jalan, tetapi juga memantau perilaku pengemudi secara real time, mulai dari tanda-tanda mengantuk dan penggunaan ponsel saat berkendara hingga jarak aman dengan kendaraan lain. Rekaman video kemudian dipadukan dengan data telematika seperti lokasi, kecepatan, dan kondisi kendaraan, sehingga memberikan konteks yang lebih mendalam mengenai suatu insiden serta gambaran yang lebih lengkap, bukan hanya mengenai apa yang terjadi, tetapi juga mengapa hal tersebut terjadi.

Melalui analisis berbasis AI, sistem dapat mendeteksi berbagai perilaku berkendara berisiko, termasuk mengemudi secara tidak fokus (distracted driving), kelelahan, berkendara terlalu dekat dengan kendaraan di depan (tailgating), melebihi batas kecepatan, hingga berpindah jalur tanpa disengaja.

Informasi tersebut kemudian dapat digunakan untuk memberikan masukan yang konstruktif kepada pengemudi, sehingga membantu mengurangi risiko kecelakaan sebelum berkembang menjadi insiden yang lebih serius.

Pendekatan inilah yang membedakan video telematika all-in-one dari sekadar alat pengawasan. Alih-alih hanya memantau pengemudi, sistem ini berperan sebagai alat pembinaan yang membantu pengemudi terus meningkatkan kebiasaan berkendara mereka, sekaligus memberikan manajer armada data yang lebih komprehensif untuk mendukung pengambilan keputusan.

Solusi ini merupakan bagian dari pengembangan teknologi telematika berbasis AI Geotab yang diperkenalkan dalam Geotab Connect 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat, pada awal tahun ini.

Inovasi tersebut mencakup peluncuran solusi keselamatan berbasis video dengan dukungan AI, teknologi perangkat keras kendaraan generasi terbaru yang semakin cerdas, serta solusi pelacakan tangguh yang dirancang untuk meningkatkan visibilitas aset di luar cakupan operasional konvensional.

"Dengan berbagai kompleksitas yang harus dihadapi pengemudi di perjalanan, khususnya di Indonesia yang masih memiliki kondisi jalan menuju wilayah terpencil yang belum sepenuhnya berkembang, telematika dapat memberikan manfaat lebih dari sekadar mengetahui lokasi kendaraan. Dengan menghubungkan data kendaraan menggunakan kecerdasan real time, perusahaan dapat meningkatkan keselamatan, mengoptimalkan operasional, dan membangun armada yang lebih tangguh serta lebih siap menghadapi berbagai kondisi di pasar Indonesia," ujar Associate Vice President, Geotab Southeast Asia, Ezanne Soh dalam keterangannya, Kamis (17/9/2026).

Implementasi solusi tersebut juga telah ditunjukkan oleh Aerotrans, yang memanfaatkan teknologi Geotab untuk meningkatkan keselamatan armada sekaligus memperkuat efisiensi operasional perusahaan.



Simak Video "Video Jadi Paham Kenapa Land Cruiser FJ Banyak yang Nunggu"

(akn/ega)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork