LCGC Harga Segini Paling Banyak Diburu Orang Indonesia

LCGC Harga Segini Paling Banyak Diburu Orang Indonesia

Dina Rayanti - detikOto
Sabtu, 13 Jun 2026 15:56 WIB
Honda Brio Satya
Honda Brio Satya. Foto: Ridwan Arifin
Jakarta -

Ada banyak opsi pilihan mobil LCGC di Indonesia. Lalu, model mana yang paling laris?

Mobil di segmen Low Cost Green Car (LCGC) masih jadi incaran untuk sejumlah orang. Khususnya para pembeli mobil pertama. Saat ini, ada lima model yang bertarung di segmen tersebut yakni Daihatsu Ayla, Daihatsu Sigra, Toyota Calya, Toyota Agya, dan Honda Brio Satya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masing-masing model punya keunggulan tersendiri dan banderol yang berbeda-beda. Lantas mana model yang paling banyak diburu orang Indonesia? Berdasarkan data wholesales yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode Januari-Mei 2026, ada dua model yang angka distribusinya mencapai 8.000-an unit. Pertama ada Toyota Calya 1.2 G M/T dengan torehan distribusi sebanyak 8.828 unit. Kemudian di tepat di bawah Toyota Calya G M/T ada Honda Brio Satya E CVT yang mencatatkan distribusi sebanyak 8.732 unit.

Dari sisi harga, kedua model itu bukanlah varian termurah. Calya 1.2 G M/T dibanderol Rp 178,8 juta sementara Brio Satya E CVT banderolnya Rp 206,7 juta. Honda Brio Satya E CVT itu juga merupakan yang termahal dari keseluruhan mobil LCGC di Tanah Air.

ADVERTISEMENT

Secara keseluruhan, penjualan mobil LCGC masih diminati meski ada penurunan. Tahun lalu, kelima model LCGC itu mencatatkan penjualan sebanyak 59.737 unit, sementara tahun ini baru 46.055 unit atau turun sekitar 23 persen.

Dari data penjualan retail juga demikian, ada penurunan sekitar 17 persen. Bila Januari-Mei 2025 penjualan LCGC mencapai 58.506 unit, maka pada Januari-Mei 2026 hanya 48.754 unit.

Penurunan penjualan LCGC itu seiring dengan bermunculannya mobil listrik dengan harga di bawah Rp 200 juta. Lalu bagaimana dengan nasib penjualan mobil LCGC ke depannya? Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menyebut saat ini masyarakat memang sudah memiliki pilihan tersendiri untuk memiliki mobil di segmen tertentu. Mobil listrik di bawah Rp 200 juta itu beririsan dengan LCGC, namun menawarkan kelebihan seperti bebas ganjil genap. Ini yang menjadi keunggulan sehingga penjualan mobil LCGC jadi ikut menurun.

"Yang menjadi isu adalah masyarakat mencari pilihan mana yang sesuai untuk mereka, jadi bukan 'wah saya tertarik nih', karena memang kan ada masyarakat kota terutama misalnya di Jakarta kan ada tren mereka pengin punya mobil yang punya lipstik biru kan bisa bebas ganjil genap, jadi itu salah satu yang mendorong masyarakat beli mobil listrik," urai Kukuh.




(dry/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads