Nissan Terrano Lahir Kembali, Tampang Gagah-Bensin Irit

Nissan Terrano Lahir Kembali, Tampang Gagah-Bensin Irit

Ridwan Arifin - detikOto
Senin, 27 Apr 2026 12:41 WIB
Nissan Terrano PHEV Concept
Nissan Terrano PHEV Concept Foto: Dok. Nissan
Jakarta -

Nissan melahirkan kembali SUV ikoniknya, Terrano. Meski wujudnya masih dalam bentuk konsep, rencananya produksi massal Terrano akan dimulai tahun depan.

Dikutip dari website resmi Nissan, Terrano tetap dibekali tampang yang gagah sebagaimana mobil off-road. Namun yang paling baru, Terrano bisa diandalkan buat perkotaan. Nissan menyebut Terrano akan disuntik teknologi Plug in Hybrid Electric Vehicles (PHEV).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum banyak spesifikasi yang diungkap oleh Nissan. Dari foto yang dirilis, terlihat Nissan Terrano PHEV Concept ini punya proporsi yang kekar, ground clearance yang tinggi, lengkungan roda (wheel arch) yang tebal, dan body cladding berwarna hitam.

Nissan Terrano PHEV ConceptNissan Terrano PHEV Concept Foto: Dok. Nissan

Penggunaan lampu depan LED berbentuk bar horizontal yang terintegrasi dengan tulisan Nissan memberikan kesan futuristik namun tetap mengenali akar desain SUV klasik.

ADVERTISEMENT

Sebagaimana mobil SUV, penampilan makin dipertegas dengan rak atap (roof rack) yang terintegrasi dengan struktur pilar C. Adanya penempatan ban cadangan di pintu bagasi belakang, memberikan fungsionalitas khas kendaraan petualang sejati.

Lanjut ke area kaki-kaki, penggunaan ban Mickey Thompson Baja Legend MTZ menunjukkan Terrano PHEV Concept ini bukan sekadar SUV perkotaan yang bergaya, tetapi memiliki kapabilitas off-road.

Nissan merancang mobil ini untuk menjembatani kebutuhan, mulai dari ramah lingkungan dan efisien untuk penggunaan harian di perkotaan, namun tetap memiliki performa torsi instan dari motor listrik yang berguna saat melewati medan off-road.

Ini menandakan pergeseran bahwa mobil petualang tidak harus selalu mengandalkan mesin pembakaran internal murni yang boros bahan bakar, tetapi bisa dioptimalkan dengan teknologi elektrifikasi.




(riar/rgr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads