TMMIN Jadi Basis Produksi Toyota untuk Manufaktur Global

TMMIN Jadi Basis Produksi Toyota untuk Manufaktur Global

Aan Abdau Rizal - detikOto
Selasa, 03 Mar 2026 11:44 WIB
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) melakukan pengapalan kendaraan untuk ekspor ke berbagai negara di IPC Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (8/3).
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) terus menjadi salah satu ujung tombak industri otomotif nasional. Sebagai perusahaan manufaktur dan eksportir kendaraan serta suku cadang Toyota di Indonesia, TMMIN telah beroperasi lebih dari lima dekade dengan saham mayoritas dimiliki oleh Toyota Motor Corporation (95%) dan sisanya oleh Astra International (5%). Perusahaan ini tak hanya merakit mobil, tetapi juga memproduksi mesin serta komponen lainnya yang diekspor ke berbagai penjuru dunia.

TMMIN mengoperasikan lima fasilitas produksi kelas dunia di Sunter, Jakarta Utara dan di Karawang, Jawa Barat. Kelima pabrik tersebut mendukung proses perakitan kendaraan Toyota, termasuk mobil utuh, mesin, komponen, hingga alat bantu produksi dengan teknologi ramah lingkungan yang efisien.

Sepanjang sejarahnya, TMMIN tidak hanya fokus memenuhi kebutuhan pasar domestik tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai basis manufaktur global. Perusahaan melakukan produksi dalam skala besar mulai dari mesin, komponen, dan kendaraan utuh, meningkatkan komponen lokal lebih dari 80% hingga menjadi basis produksi juga ekspor global kendaraan Internal Combustion Engine (ICE), serta beberapa model kendaraan elektrifikasi seperti Kijang Innova Hybrid Electrified Vehicles (HEV) dan Yaris Cross HEV.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Produk-produk Toyota buatan TMMIN diekspor dalam berbagai bentuk, mulai dari kendaraan utuh (CBU), kendaraan setengah jadi (CKD), komponen, hingga alat produksi ke puluhan negara di Asia, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika dan Oceania.

Prestasi perusahaan juga kian bersinar. Pada tahun 2025 lalu, TMMIN tercatat telah berhasil mengekspor lebih dari 3 juta unit kendaraan Toyota sejak pertama kali ekspor dimulai pada 1987, menunjukkan kemampuan sumber daya manusia serta kapabilitas manufakturnya dalam bersaing di pasar global.



(prf/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads