Honda Brio Satya E CVT merupakan mobil LCGC termahal. Meski begitu, mobil ini malah justru laris manis. Kok bisa ya?
Mobil-mobil LCGC (Low Cost Green Car) masih banyak diminati masyarakat Indonesia. Modelnya saat ini hanya ada lima yaitu Toyota Agya, Toyota Calya, Daihatsu Sigra, Daihatsu Ayla, dan Honda Brio Satya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari kelima model itu, Honda Brio Satya varian tertinggi yang paling laris. Sebagaimana terlihat dalam data penjualan wholesales yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Honda Brio Satya E CVT itu distribusinya sebanyak 14.473 unit. Honda Brio Satya E CVT itu dibuntuti Daihatsu Sigra yang mencatatkan distribusi 11.270 unit selama Januari-Juli 2025.
Varian tertinggi di keluarga Brio Satya itu juga punya banderol paling mahal dibandingkan model lainnya. Saat ini, Honda Brio Satya E CVT itu ditawarkan seharga Rp 202,5 juta.
"Karena itu first time buyersnya Honda itu adalah orang yang udah punya kemampuan untuk beli, tapi di segmen harga sekitar Rp 200 jutaan," beber Communication Strategy Sub-Division Head PT Honda Prospect Motor Yulian Karfili.
Menurut pria yang akrab disapa Arfi itu, di Honda, memang ada fenomena unik. Mobil-mobil varian tertinggi justru banyak diburu sekalipun harganya yang termahal di model tersebut.
"Mobil Honda itu jarang sekali yang best sellingnya tuh yang kelas bawah, yang varian bawahnya. Dia biasanya tengah atau bahkan atas, hampir semuanya begitu. Dia udah punya kemampuan dan dia memilih. Makanya ya udahlah, saya emang mau ini sekalian aja," lanjut Arfi.
Kembali ke Brio Satya, hatchback mungil ini masih banyak diburu para pembeli mobil pertama. Terlebih khusus Brio Satya, hampir 80 persen adalah mereka yang baru membeli mobil pertama kali. Secara keseluruhan, Brio juga masih jadi tulang punggung dari pabrikan berlogo H tegak itu di Indonesia.
(dry/din)
Komentar Terbanyak
Pajak Mobil Indonesia Dicap Paling Tinggi Sedunia
Bayangin Aja! Pajak Toyota Avanza Rp 150 Ribu, Nggak Ada Gesek 5 Tahun Sekali
RI Digusur Malaysia, Ini Sederet Dampak Buruk Penjualan Mobil Turun Terus