5 Penyebab Air Radiator Mobil Cepat Habis padahal Tidak Bocor

5 Penyebab Air Radiator Mobil Cepat Habis padahal Tidak Bocor

Azkia Nurfajrina - detikOto
Selasa, 15 Apr 2025 12:44 WIB
Radiator mobil
Radiator mobil. Foto: dok. Auto2000
Jakarta -

Radiator mobil membutuhkan coolant atau cairan pendingin agar tugas meredam udara panas yang dihasilkan mesin berjalan dengan baik. Air radiator sendiri berfungsi untuk mendinginkan mesin agar suhunya tetap stabil.

Tak jarang air radiator didapati cepat habis. Cairan pendingin yang berkurang umumnya disebabkan bocornya radiator. Namun setelah diperiksa, komponen itu tidak mengalami kebocoran. Lantas, apa yang menyebabkan coolant berkurang drastis padahal radiator tidak bocor?

Penyebab Air Radiator Cepat Habis Padahal Tidak Bocor

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan cairan pendingin radiator cepat habis meskipun tidak ada kebocoran pada komponen penampungnya. Mengutip Auto2000 dan Daihatsu, berikut beberapa penyebabnya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Menguap

Coolant memang akan menguap saat mendinginkan mesin mobil yang panas. Namun proses penguapan yang membuat volumenya berkurang drastis umumnya terjadi dalam jangka waktu lama.

Apabila air radiator diketahui cepat habis maka bisa jadi mesin sering mengalami overheat. Cairan pendingin bekerja lebih keras ketika mesin mobil sangat panas.

ADVERTISEMENT

2. Karet Tutup Radiator Rusak

Tabung air radiator dilengkapi penutup karet dan katup yang memastikan cairan tidak keluar. Jika daya rekat karetnya sudah melemah, cairan pendingin dapat tumpah mengenai sejumlah komponen di sekitarnya. Tentu saja volumenya akan cepat habis.

Karet tutup radiator yang rusak biasanya dikarenakan sudah usang. Elemen ini perlu diganti baru agar menutup radiator dengan kuat.

3. Sirip Radiator Bocor

Cairan pendingin bisa menyusut karena sirip radiator yang bocor. Sayangnya, sulit mendeteksi kebocoran komponen ini karena air umumnya langsung menguap sebelum menetes.

Sirip radiator juga berada di bagian yang susah dilihat dan dijangkau sehingga tanda-tanda bocornya turut sulit diidentifikasi.

Kompresi mesin yang bocor sulit pula terlihat, tapi bisa diketahui dari munculnya gelembung-gelembung ketika tutup radiator dibuka dan mesin dihidupkan. Tanda lainnya yaitu air radiator yang menciprat saat pedal gas diinjak.

4. Water Pump Bermasalah

Water pump atau pompa air yang bermasalah dapat mengakibatkan air radiator berkurang banyak. Kerusakannya yang dapat mengalirkan coolant keluar cukup deras mampu membuat mesin mobil mengalami overheat karena minim tersedianya cairan pendingin.

Umumnya kerusakan pompa air mobil disebabkan komponennya yang sudah usang dan berkarat keropos.

5. Selang Radiator Longgar

Selang radiator yang gunanya mengalirkan coolant agar suhu mesin ideal bisa melunak sehingga menimbulkan celah. Dari celah itu, air radiator akan keluar sehingga cepat habis.

Kerusakan selang ini dapat terjadi karena kesalahan sistem pendingin. Akibatnya, cairan pendingin tidak mengalir dengan lancar dan mesin mobil menjadi lebih cepat panas.

Apabila menyadari air radiator mobil cepat habis padahal tidak bocor, detikers dapat segera memeriksa komponen lain seperti penjelasan di atas. Jika sumber masalahnya sudah ditemukan, perbaiki atau ganti komponen dengan yang baru agar cairan pendingin dapat bekerja sebagaimana mestinya. Jangan lupa juga untuk mengisi ulang coolant yang berkualitas agar menjaga suhu mesin tetap stabil.




(row/row)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads