Produsen Baterai Mobil Listrik Mulai 'Serbu' Indonesia

ADVERTISEMENT

Produsen Baterai Mobil Listrik Mulai 'Serbu' Indonesia

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 12 Jan 2023 11:52 WIB
Hari ini pabrik baterai kendaraan listrik milik PT HKML Battery Indonesia di Karawang, Jawa Barat mulai dibangun. Pabrik ini memiliki nilai investasi sebesar US$ 1,1 miliar atau setara Rp 15,62 triliun (kurs Rp 14.200).
Dimulainya pembangunan (groundbreaking) pabrik baterai kendaraan listrik ini diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Karawang.
Baterai mobil listrik (Foto: Istimewa/Kemenko Perekonomian)
Jakarta -

Produsen baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dunia mulai berinvestasi di Indonesia. Tercatat, beberapa produsen baterai kendaraan listrik itu sudah berkomitmen menanamkan investasi di Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),Bahlil Lahadalia. Menurut Bahlil, produsen baterai kendaraan listrik dari Asia, Eropa sampai Amerika sudah berkomitmen berinvestasi di Indonesia.

"Kebetulan saya ditugaskan oleh Bapak Presiden ada dua, satu Foxconn, satu Tesla. Kebetulan Foxconn tugasnya saya, dan Alhamdulillah sekarang mereka sudah selesai dan sudah mulai melakukan investasi di Indonesia. Yang kedua Tesla, Tesla ini dipimpin langsung oleh Pak Menko (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan)," kata Bahlil dalam Keterangan Pers Menteri terkait Rapat Terbatas, Rabu (11/1/2023).

Selain itu, ada juga Britishvolt dari Inggris. Menurut Bahlil, Britishvolt juga akan berinvestasi dalam ekosistem baterai kendaraan listrik.

"Sekarang izinnya kita sudah tahap finalisasi. Lokasinya insyaallah sudah hampir clear," ucap Bahlil.

Dia melanjutkan, investasi baterai kendaraan listrik ini tidak dilakukan oleh satu negara tertentu saja. Beberapa perusahaan dari negara lain juga berinvestasi di Indonesia.

"LG investasinya 8,9 billion US dolar itu dari Korea. CATL itu sekitar 5,2 billion USD itu dari China, kemudian Britishvolt dari Inggris, kemudian BASF dan VW itu dari Jerman, kemudian Foxconn itu dari Taiwan," beber Bahlil.

Tidak hanya itu, ada juga perusahaan baterai kendaraan listrik dari Jepang dan Amerika yang akan berinvestasi di Indonesia. Namun, Bahlil belum mau membeberkan lebih lanjut.

"Beberapa investasi yang kita lagi sekarang dorong dan sudah tahap 80% dengan investasi Jepang dan Amerika. Nama perusahaannya belum saya sebut, karena belum diteken barang itu, tapi sudah 80%," pungkas Bahlil.



Simak Video "TransJakarta Gandeng Swedia untuk Studi Infrastruktur Pengisian Baterai"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT