Raize-Rocky Bermesin 1.0 Turbo, Kenapa Honda WR-V Pakai Mesin 1.500 cc?

ADVERTISEMENT

Raize-Rocky Bermesin 1.0 Turbo, Kenapa Honda WR-V Pakai Mesin 1.500 cc?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 04 Nov 2022 10:10 WIB
Jakarta -

Honda WR-V memiliki mesin yang beda sendiri dibanding kompetitornya. Bahkan, mesin Honda WR-V lebih besar ketimbang Toyota Raize maupun Daihatsu Rocky.

Honda WR-V menggunakan mesin 1.5 L i-VTEC DOHC 4 silinder segaris DBW, 16 katup. Mesin itu memiliki tenaga maksimum 121 PS pada 6.600 rpm dan torsi maksimum 145 Nm pada 4.300 rpm. Mesin dihubungkan dengan transmisi CVT.

Mesin tersebut diambil dari basis yang sama dengan Honda BR-V. Hanya, ada perbedaan di setting ECU untuk menyesuaikan ukuran Honda WR-V yang lebih kecil dibanding BR-V.

Di sisi lain, kompetitornya memakai mesin lebih kecil. Seperti Toyota Raize dan Daihatsu Rocky yang ditawarkan dengan pilihan mesin 1.000 cc turbo dan 1.200 N/A.

Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy menjelaskan, pemilihan mesin 1.500 cc sudah disesuaikan dengan karakter konsumen dan jalanan Indonesia.

"Untuk men-develop mobl ini kita melakukan berbagai macam studi ya. Ke konsumen, dan juga kondisi alam di Indonesia seperti apa. Jadi hasil yang kami dapatkan, (mesin) 121 PS DOHC 1.500 cc itu yang sangat cocok untuk kondisi alam dan kebutuhan konsumen, dan karena powernya besar," ujar Billy saat peluncuran Honda WR-V di Jakarta, Rabu (2/11/2022).

Menurutnya, penggunaan mesin 1.500 cc di Honda WR-V sudah disesuaikan dengan kondisi jalanan di Indonesia. Dia bilang, mobil dengan mesin 1.500 cc ini cocok untuk dibawa ke mana saja dengan jalanan naik-turun, bergelombang, berlubang atau ada genangan.

Billy juga menampik penggunaan mesin 1.500 cc pada Honda WR-V boros BBM. Dia bilang, Honda WR-V telah diuji dan masuk dalam kategori mobil konvensional dengan PPnBM terendah.

"Hasil tes kami sudah mendapatkan pajak emisi yang terendah. Jadi (emisinya) di bawah 150 gr/km. Jadi tidak perlu khawatir konsumsi BBM-nya boros, tidak sama sekali. Karena kita mendapatkan perpajakan emisi yang terendah," ujar Billy.

Sekadar informasi, untuk kendaraan konvensional, PPnBM paling rendah yaitu mobil bensin sampai 3.000 cc dengan konsumsi BBM lebih dari 15,5 km/liter dan emisi CO2 kurang dari 150 g/km atau mobil diesel sampai 3.000 cc dengan konsumsi BBM lebih dari 17,5 km/liter dan emisi CO2 kurang dari 150 g/km. Mobil jenis itu dikenakan PPnBM 15%. Artinya, konsumsi bahan bakar Honda WR-V bisa mencapai 15,5 km/liter lebih.

(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT