Ogah Numpang Hyundai, Kia Bisa Pakai Bekas Pabrik Nissan buat Rakit Mobil di RI

ADVERTISEMENT

Ogah Numpang Hyundai, Kia Bisa Pakai Bekas Pabrik Nissan buat Rakit Mobil di RI

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 13 Okt 2022 15:46 WIB
Kia Carens 2022
Kia berencana rakit mobil di Indonesia. Bekas pabrik Nissan jadi salah satu opsinya (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Kia berniat merakit mobil di Indonesia. Saat ini, mobil-mobil Kia masih diimpor utuh dari luar negeri.

Marketing & Development Division Head PT Kreta Indo Artha (KIA), Ario Soerjo, mengatakan pihaknya sudah punya niat untuk merakit mobil di Indonesia. Hal ini untuk mendukung perekonomian Indonesia juga membuka lapangan pekerjaan.

"Kita udah apply, udah masukin proposal ke (Kementerian) Perindustrian. Ditunggu aja," ujar Ario.

Secara global, Kia merupakan perusahaan di bawah naungan Hyundai. Namun, Ario memastikan tidak akan nebeng produksi mobil di pabrik Hyundai di Indonesia.

"Kalau kita sebagai orang Indomobil, kita lebih cenderung pakai fasilitas Indomobil. Jadi kita nggak bergantung sama orang. Karena mereka (Hyundai) pasti punya plan sendiri, prioritasnya beda, saya nggak bisa ikut campur urusan mereka. Kalau kita pakai fasilitas Indomobil kan itu benar-benar punya Indomobil, dan udah ada. Indomobil punya 3 (pabrik perakitan mobil)," jelas Ario.

Ada beberapa opsi pabrik Indomobil yang bisa dipakai untuk merakit mobil Kia. Salah satunya bekas pabrik Nissan.

"(Fasilitas pabrik) Indomobil punya banyak, tinggal pakai. Ada Pulogadung, ada Cikampek 1, ada Cikampek bekas Nissan. Yang bekas Nissan gede, kosong. Pulogadung bekas Renault kosong. Tinggal pakai mana yang paling memungkinkan," ucap Ario.

Ditanya kapan mulai melakukan perakitan secara lokal, Ario tidak bisa memastikannya. Dia cuma bilang harapannya perakitan mobil Kia di Indonesia diterapkan secepatnya.

"Karena makin cepat ada assembling makin bagus buat support kita ke pemerintah, bahwa kita banyak melakukan lokalisasi, banyak lapangan pekerjaan, buka supply chain baru. Multiplier effect buat negara bagus," beber Ario.

Soal harga mobil setelah dirakit di Indonesia, Ario menyebut tidak serta merta tidak langsung lebih murah. Sebab, selisihnya tidak terlalu banyak.

"Dirakit itu kan bukan masalah turun nggak turun (harga). Karena kalau kita lihat mobil yang drakit di luar negeri yang FTA (perdagangan bebas) itu pajaknya udah rendah banget. Misalnya ngerakit, pajaknya nol, yang CBU 5%, ya maksimum turun 5%. Nggak signifikan sebenarnya. Hanya, kita bangga kalau bisa rakit di sini. Kita support pemerintah, buka lapangan kerja, kita buka supply chain baru dan sebagainya. Dan Indonesia dipercaya untuk jadi hub," katanya.



Simak Video "Wujud Mobil Listrik KIA EV6 yang Sudah Resmi Dijual di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT