Pandemi yang mulai berlalu membuat penjualan mobil di sejumlah negara perlahan membaik, bahkan sedikit demi sedikit mulai mendekati angka sebelum pandemi. Hal tersebut turut dialami Jepang sebagai salah satu produsen otomotif terbesar di dunia.
Disitat dari Japantoday, Rabu (5/10/2022), penjualan mobil di Jepang selama September 2022 mengalami peningkatan hingga 24,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menariknya, ini merupakan peningkatan year on year pertama sepanjang tahun ini.
Hal tersebut seakan menjadi pertanda, minat dan kesanggupan orang Jepang membeli mobil baru terus mengalami pertumbuhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang pejabat dari Asosiasi Kendaraan Roda Empat Jepang yang tak mau disebutkan identitasnya mengatakan, meski mengalami kenaikan drastis, namun catatan tersebut belum mampu melampaui penjualan mobil sebelum kemunculan pandemi.
Menurut dia, minimnya pasokan chip semikonduktor masih menghambat produksi kendaraan di Jepang. Harapannya, masalah tersebut bisa segera tuntas dalam waktu dekat.
Pabrik Toyota All New Sienta di Jepang dan Indonesia miliki kualitas yang sama. Foto: M Luthfi Andika |
"Efek negatif dari kekurangan chip dan kemacetan pasokan terus berlanjut, jadi sulit untuk melihat kapan faktor-faktor ini berhenti mempengaruhi penjualan mobil baru," kata pejabat di asosiasi tersebut.
Berdasarkan catatan yang dihimpun Asosiasi Kendaraan Roda Empat di Jepang tersebut, kita bisa menyimpulkan, bahwa masyarakat setempat mulai ramai-ramai membeli mobil baru sepanjang bulan lalu.
Menariknya, kenaikan penjualan turut dialami sembilan merek roda empat di Jepang. Misalnya, Toyota yang berhasil menjual 113.328 unit mobil per bulan atau naik 26,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kemudian ada Mazda yang sukses membukukan 13.202 unit atau naik hingga 60,5 persen.
Sementara raksasa otomotif lain seperti Daihatsu dan Suzuki juga mengalami kenaikan penjualan. Masing-masing dari mereka mencatat kenaikan 54 persen dan 41,7 persen.
Sebagai tambahan informasi, Toyota dan Honda sendiri berencana mengurangi produksinya pada bulan ini. Hal tersebut harus dilakukan, lantaran mereka masih mengalami kendala. Salah satunya, kekurangan pasokan suku cadang.
(lth/din)













































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Viral 70 Ribu Motor Listrik buat Operasional MBG, Harganya Bikin Kaget!
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi