ADVERTISEMENT

Jurus Pemerintah Rayu Pabrikan Otomotif Mau Investasi di Indonesia

M Luthfi Andika - detikOto
Jumat, 19 Agu 2022 14:12 WIB
Pabrik milik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang resmi melahirkan mobil Sienta. Toyota menargetkan produksi 4.000 unit/bulan.
Ilustrasi pabrik otomotif produksi di Indonesia (Foto: Agung Pambudhy/detikoto)
Jakarta -

Pemerintah Republik Indonesia terus membuka peluang untuk para investor otomotif datang ke Indonesia. Tapi bagaimana cara pemerintah menggodanya, ya?

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan-Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI, Septian Hario Seto, menjelaskan Indonesia memberikan kesempatan para investor datang ke Indonesia, karena Indonesia bisa menguntungkan bagi para pelaku usaha dunia.

"Pasar kita cukup besar buat passenger car, saya kira Indonesia terbesar di ASEAN, kalau Thailand kan mereka kendaraan komersialnya kalau ditotal," ucap Septian.

"Tapi khusus passenger car itu kita terbesar, saya rasa market ini sangat menggoda otomotif-otomotif global," Septian menambahkan.

Hal lain yang membuat investor tertarik menanamkan modal di Indonesia adalah kisah sukses yang didapat beberapa merek terdahulu yang sudah lebih dulu berinvestasi. Salah satunya Wuling.

Pabrik milik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang resmi melahirkan mobil Sienta. Toyota menargetkan produksi 4.000 unit/bulan.Ilustrasi pabrik milik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang resmi melahirkan mobil Sienta. Toyota menargetkan produksi 4.000 unit/bulan. Foto: Agung Pambudhy

"Mereka juga melihat kompetitor mereka yang masuk Indonesia, seperti Wuling mereka sukses di Indonesia. Wuling sudah meluncurkan mobil listrik mereka, saya rasa itu faktor menarik untuk mereka (investor lain). Kita juga menyiapkan insentif-insentif khusus jika mereka memproduksi kendaraan listrik di sini," ucap Septian.

Septian menjelaskan, salah satu investasi segar yang akan hadir di Indonesia, akan dilakukan PT Chery Sales Indonesia di Indonesia. Dirinya menjelaskan Chery akan melalukan investasi dalam 3 tahap dan berujung memproduksi mobil listrik di Indonesia.

"Investasi Chery itu ada 3 tahapan, sekarang masih bekerjasama dengan pabrikan lokal. Saya kira nanti barangnya bisa diproduksi di dalam negeri, sekarang CKD masuk Indonesia, dan mulai set up pabrik," kata Septian

"Tahap ketiga, buat pabrik khusus listrik. Jaraknya buat pabrik 1-2 tahun, mobil listrik skitar 2-3 tahun setelah pabrik berdiri. Secara total Rp 14 triliun, kalau mereka sukses di sini bisa lebih cepat lagi mereka bangun pabrik di Indonesia," Septian menambahkan.



Simak Video "Tantang Pajero Sport, Begini Spesifikasi dan Harga Chery Tiggo 8 Pro"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT