ADVERTISEMENT

Tak Hanya Calon Pembeli, Bengkel Modifikasi Juga Menjerit Akibat Krisis Chip

Hafizh Gemilang - detikOto
Minggu, 31 Jul 2022 13:12 WIB
Mercedes-Benz Sprinter Modifikasi Lombardi
Krisis chip semikonduktor membuat Lombardi, bengkel modifikasi interior, tak dapat memenuhi permintaan calon pelanggannya sebab suplai kendaraan terbatas (Muhammad Hafizh Gemilang/detikOto)
Jakarta -

Industri otomotif tengah dihantam badai krisis chip semikonduktor sejak beberapa waktu lalu. Hal ini menyebabkan ketersediaan part hingga produksi kendaraan jadi terbatas.

Krisis chip membuat calon pembeli mobil hingga motor harus menunggu cukup lama. Namun ternyata tak hanya calon pembeli, krisis ini membuat bengkel modifikasi mobil menjerit.

"Memang namanya bisnis kan naik turun ya. Cuma kali ini lagi kena hantam banget," ujar Andrew Laksana CEO Lombardi kepada detikOto.

"Bayangin aja mobil sekarang pelanggan udah ingin, pesan dari Januari dapat di April. Ada orang yang udah ingin beli, tapi dapat barangnya 3-4 bulan lagi, ya udah lupa lagi. Kalau dulu kan enak, ketika kamu mau mobil langsung ada," lanjutnya.

Lombardi yang fokus menggarap modifikasi interior mobil mewah sangat terdampak atas krisis chip semikonduktor ini. Di tengah tingginya permintaan, Lombardi terhambat suplai kendaraan.

"Alphard tuh sejak unitnya susah di tahun ini ya, gue Allegra baru dapat satu. Biasanya kita setahun 12 sampai 15 unit," paparnya.

"Normalnya kita di pertengahan tahun tuh, minimum udah 7-10 unit," lanjutnya.

Namun Lombardi yang juga berkerja sama secara resmi dengan Mercedes-Benz untuk menggarap lini model V-Class hingga Sprinter, mengaku bisnisnya masih tertolong oleh stok Mercedes-Benz yang tersedia.

"Kita masih ketolongnya sama Mercedes-Benz. Mercedes itu biasanya sebulan minimum 3-4, V-Class doang di luar Sprinter," ujar Andrew.

Modifikator yang menggarap mobil para artis seperti Raffi Ahmad hingga Ruben Onsu ini mengatakan calon pembeli di kelas mobil mewah punya keunikan sendiri.

"Karena (Alphard modifikasi Lombardi) ini kan kebutuhannya bukan primer, bahkan bukan sekunder, tapi tersier. Makanya di saat dia mau, tapi barangnya nggak ada, dia lihat ke arah lain 'wih ada (Mercedes-Benz) GLS tuh, Land Cruiser tuh' ya pindah tuh," papar Andrew.

"Jadi kalau untuk mobil luxury tuh market-nya gitu banget. S-Class (Mercedes-Benz) nggak ada tapi BMW ada, bisa beli BMW tiba-tiba," tutupnya.



Simak Video "Minat Beli Beat dan Vario Cs? Harap Bersabar Karena Harus Inden"
[Gambas:Video 20detik]
(mhg/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT