ADVERTISEMENT

Krisis Semikonduktor Bikin Inden Lama, Produksi Ferrari Gas Terus

M Luthfi Andika - detikOto
Minggu, 17 Jul 2022 09:49 WIB
pabrik ferrari
Ilustrasi pabrik Ferrari Foto: 20detik
Jakarta -

Di saat pabrikan otomotif kelimpungan mencari cara untuk bisa mengatasi krisis semikonduktor, berbeda dengan pabrikan otomotif asal Italia, Ferrari. Ferrari memastikan tidak mengalami krisis semikonduktor, yang membuat jalan produksi tidak terkendala sama sekali. Tapi kok bisa sih, Ferrari tidak terdampak krisis semikonduktor?

Rupanya hal itu bukan tanpa alasan, seperti yang dikatakan President far East and Middle East Ferrari, Dieter Knechtel kepada detikOto.

"Kami tidak terdampak semikonduktor, karena kami tidak menjual kendaraan berdasarkan stok namun kami memberikan sesuai dengan permintaan," Dieter menjelaskan.

Hal tersebut, lanjut Dieter, yang membuat produksi Ferrari sehat dan aman dari krisis semikonduktor.

Ferrari 296 GTB hadir di IndonesiaFerrari 296 GTB hadir di Indonesia Foto: M Luthfi Andika/detikOto

"Kami membangun secara seimbang baik permintaan dan suplai, itu yang menjadi strategi kami selama ini. Konsumen melakukan pemesanan baru akan kami berikan, kami tidak menjual berdasarkan stok," ucap Dieter.

Alasan lain kenapa Ferrari tidak berdampak akan krisis semikonduktor ialah Ferrari tidak kerap memproduksi kendaraan hingga jutaan unit.

"Kami masih beruntung (Soal Semikonduktor), kami tidak membutuhkan semikonduktor hingga jutaan unit, sehingga kami tidak terlalu berdampak. Karena kami juga memproduksi kendaraan dengan volume yang kecil, jadi kami tidak berdampak, juga tidak berdampak pada pengiriman, tidak berdampak pada sparepart, meski untuk saat ini," Dieter menambahkan.



Simak Video "Sangar! Ini Wujud SUV Pertama Ferrari yang Baru Diluncurkan"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT