ADVERTISEMENT

LCGC Kian Mahal, Perlukah Aturan Soal Mobil Murah Lagi?

Dina Rayanti - detikOto
Senin, 11 Jul 2022 07:46 WIB
New Daihatsu Sigra
Harga LCGC terus mengalami peningkatan, perlukah ada aturan baru soal mobil murah? Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Jakarta -

Harga mobil Low Cost Green Car (LCGC) tiap tahun mengalami kenaikan. LCGC yang semula identik dengan mobil murah, makin ke sini justru makin mahal.

Dulu kalau mencari model yang Rp 80 jutaan tersedia beragam model. Namun saat ini, jangan harap punya modal di bawah Rp 100 juta kamu bisa membeli mobil baru. Pasalnya harga LCGC termurah saat ini dibanderol Rp 110 juta.

Melihat fenomena tersebut, perlukah ada aturan mobil murah lagi? Pengamat Otomotif sekaligus Akademisi ITB, Yannes Martines Pasaribu mengungkapkan bahwa tampaknya tidak akan ada lagi aturan soal mobil murah. Pasalnya saat ini pemerintah juga harus lebih mengedepankan kendaraan yang ramah lingkungan.

"Sudah selesai tampaknya, tidak dimungkinkan ada aturan baru untuk mobil murah lagi. Ke depan kendaraan yang mendapatkan insentif hanya kendaraan hybrid dan listrik yang zero emission," jelas Yannes saat dihubungi detikcom.

Berbeda dengan mobil LCGC, Yannes menyebut produksi kendaraan listrik sendiri sulit untuk dijual murah, kecuali bila pemerintah memberikan insentif yang besar.

Mobil LCGC sendiri sesuai Peraturan Pemerintah no.74 tahun 2021 per Oktober 2021 memang sudah tidak lagi mendapatkan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

LCGC dikenakan pajak sebesar 3%. Namun pada tahun kuartal pertama hingga ketiga tahun 2022, LCGC mendapatkan insentif PPnBM. Skema insentif yang diberikan pemerintah yakni 100% pada kuartal pertama, 66,66% pada kuartal kedua, dan 33% pada kuartal ketiga. Kemudian pada kuartal keempat, LCGC tak lagi mendapatkan insentif.

"Pemerintah secara bertahap pasti akan menerapkan Carbon tax Based pada semua kendaraan baru, lalu selanjutnya akan mengimplementasikannya pada semua kendaraan lama sekaligus bertahap tapi pasti. Sebab, pemerintah mau tidak mau harus tunduk pada Paris Agreement yang sudah ditandatangani oleh Presiden tempo hari," kata Yannes.



Simak Video "LCGC Tak Lagi 'Murah', Ini Tanggapan Daihatsu"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT