Pertalite Mau Dibatasi, Ini Pentingnya Pakai Bensin Sesuai Rekomendasi Pabrikan

ADVERTISEMENT

Pertalite Mau Dibatasi, Ini Pentingnya Pakai Bensin Sesuai Rekomendasi Pabrikan

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 05 Jul 2022 16:22 WIB
Warga menunjukan aplikasi MyPertamina saat mengisi bahan bakar pertalite di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, Rabu (29/6/2022). PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, akan melakukan uji coba pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi, Pertalite dan Solar, secara terbatas bagi pengguna yang sudah terdaftar pada sistem MyPertamina, mulai 1 Juli mendatang. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Pemerintah bakal membatasi pembelian bahan bakar jenis Pertalite. Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta -

Pemerintah bakal membatasi penggunaan BBM Pertalite (RON 90) untuk kendaraan bermotor. Hal ini dilakukan supaya bensin bersubsidi itu tepat sasaran dan bisa dimanfaatkan oleh pengendara yang benar-benar membutuhkan.

Bagi kamu yang terkena pembatasan tersebut, tak ada ruginya pindah ke bahan bakar dengan RON lebih tinggi seperti Pertamax (RON 92). Memang harga Pertamax lebih mahal dari Pertalite, tapi jika mobil kamu memang disarankan isi Pertamax dari pabrikan, maka banyak manfaat yang akan didapat.

Sesuaikan Nilai Oktan BBM dan Mesin

Auto2000 dalam keterangan resminya menjelaskan pemanfaatan BBM sesuai rekomendasi pabrikan bertujuan untuk kesempurnaan proses pembakaran di ruang bakar mesin. Seperti diketahui, mesin mobil zaman now punya rasio kompresi tinggi. Bahkan untuk mobil LCGC jenis Agya sekalipun telah memiliki rasio kompresi di atas 10;1 dan butuh bensin dengan RON 92 (setara Pertamax).

Sedangkan BBM nilai oktan lebih rendah punya sifat mudah terbakar, sehingga jika dipakai pada mesin modern malah bakal terbakar sendiri sebelum busi memercikkan api sesuai siklus kerja mesin alias knocking. Efeknya beragam, mulai dari penggunaan BBM yang tak efisien, mobil kehilangan performa sampai pada gangguan mesin seperti knocking.

Dan bila dibiarkan pakai BBM yang tak sesuai rekomendasi, dalam jangka panjang mesin lebih cepat kelelahan, sehingga mempercepat proses kerusakan komponen di dalamnya. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu memanfaatkan bensin dengan nilai oktan sesuai rekomendasi pabrikan. Kamu bisa mengeceknya pada buku petunjuk penggunaan kendaraan atau konsultasi dengan service advisor.

Kamu tidak akan rugi ketika mengisi BBM sesuai rekomendasi pabrikan. Bahan bakar yang sesuai akan membantu meningkatkan efisiensi mesin yang berujung pada penghematan bahan bakar. Tenaga yang sesuai spesifikasi masin juga membuat kamu tidak perlu memaksakan menekan pedal gas yang membuat boros BBM. Kondisi mesin yang terjaga membuatnya lebih tahan lama sehingga mudah dalam perawatan. Gabungkan semua keuntungan tersebut, biaya operasional mobil dalam jangka panjang akan terasa lebih ringan dan memberikan kenyamanan berkendara.

Servis Berkala Mencegah Mesin Ngelitik

Selain memakai bahan bakar yang sesuai kebutuhan dapur pacu, cara lain untuk mencegah mesin mobil ngelitik atau knocking adalah dengan servis berkala secara teratur setiap 6 bulan sekali. Ketika servis berkala, setelan ECU mesin akan diatur supaya dapat bekerja seideal mungkin guna menjaga efisiensi mesin. Semua komponen pendukung seperti filter-filter mesin, busi, dan onderdil lainnya akan dibersihkan dan diganti jika sudah tidak layak pakai atau waktunya diganti. Tahapan uji emisi gas buang dijalankan sebagai indikator pendukung apakah kondisi mesin sudah prima.

"Penggunaan bensin sesuai rekomendasi pabrikan sangat penting artinya bagi kendaraan supaya dapat bekerja dengan baik. Mesin yang prima dan efisien membuat tenaganya dapat disalurkan dengan mudah dan menjaga konsumsi bensin tetap irit, dan menghindari masalah pada mesin di kemudian hari. Pastikan selalu servis berkala untuk membantu menjaga kondisi mesin," kata Nur Imansyah Tara, Aftersales Business Division Head Auto2000 (4/7/2022).



Simak Video "Cara Merawat dan Tekanan Angin Ban Serep Mobil"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/lth)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT